My Multiple Identities

acer

Sejak lulus kuliah hingga sekarang, saya menjalani profesi sebagai pustakawan dengan bangga. Meski banyak orang yang merendahkan profesi ini (ya, masih ada kok, di abad sekarang yang seperti itu) namun saya bahagia bisa terus menjadi pustakawan yang memberikan pengalaman berpustaka bersama anak-anak didik. Tak hanya memasukkan data, meminjamkan buku, menjaga koleksi tetap up-to-date saja, peran sebagai pustakawan lebih dari itu lho!

Dan untuk mengembangkan ilmu perpustakaan yang saya miliki, jika memang ada waktu, saya tidak pernah menolak undangan dari komunitas yang mengundang saya untuk menjadi pembicara. Biasanya sih di akhir pekan. Bertemu dengan anggota komunitas, berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang hal yang saya suka, sungguh menambah wawasan. Dan memang berbagi ilmu itu sesungguhnya akan menambah kekayaan ilmu itu sendiri.

Pembicara di acara Fun Library Management

Pembicara di acara Fun Library Management

Menyediakan lingkungan yang menyenangkan bagi anak didik agar mereka betah di perpustakaan, menyiapkan aktifitas yang seru agar mereka selalu ingin kembali ke perpustakaan, merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Bayangkan, perpustakaan harus bersaing dengan playground yang berisi trampolin, monkey bar, basket ball court, soccer field, yang mana memang fitrahnya anak untuk menyalurkan energi mereka melalui aktifitas fisik. Lalu apalah atuh perpustakaan? Isinya buku, B-O-R-I-N-G…! Pustakawannya galak *eh, oops!* kalau mereka berisik sedikit, padahal di playground mereka bisa teriak-teriak. Jadi serba salah ya…?

Salah satu cara menarik perhatian anak didik untuk mau ke perpustakaan, saya mengadakan kegiatan yang menarik hati mereka, antara lain: movie club, origami, dan tentunya memperbaharui koleksi agar selalu fresh dengan buku-buku baru. Nah, di sini lah saya mendapat inspirasi untuk menulis. Seperti kata Oma Toni Morrison,

“If there’s a book that you want to read, but it hasn’t been written yet, then you must write it.”

Menuangkan ide

Menuangkan ide

Petuah yang sangat bagus, kan? Maka saya pun terpanggil untuk menulis. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah menuliskan cerita yang belum pernah ditulis sebelumnya, dan memiliki buku dengan nama saya tercetak sebagai penulisnya. Untuk apa? Agar anak-cucu nanti bisa membanggakan ibu/nenek mereka yang penulis ini *he-he* dan buku itu bisa saya pajang di perpustakaan, dibaca anak didik, sehingga mengubah cara pandang mereka terhadap pustakawannya yang satu ini. Dan setelah terjun di dunia kepenulisan, ada tawaran untuk menerjemahkan buku. Saya pikir, kenapa tidak? Sekalian saja saya jalani profesi sebagai penerjemah.

Maka, di siang hari saya adalah pustakawan, di malam hari dan akhir pekan, saya adalah penulis. Belum cukup sibuk? Tambah lagi deh tanggung jawab sebagai ibu, istri, dan pengelola 2 blog yang lumayan aktif. Belum lagi hobi membaca saya yang tidak main-main. Karena saya tergabung di komunitas pembaca, maka saya mengharuskan diri menulis review untuk buku-buku yang sudah saya baca, dan menayangkannya di Blog Syl’s Reading Corner. Tidak saya pungkiri, saya membutuhkan gadget yang memadai untuk mendukung aktifitas saya tersebut. Selama ini mengandalkan handphone ala tamagotchi untuk menemukan data di internet, dan si Inong: laptop 14″ yang sudah mulai ca-per dan ba-per karena sudah kelamaan mengabdi.

Lirik punya lirik, ada notebook baru nih keluaran Acer *suwit-suwiiitt*  namanya Acer Switch Alpha 12Kalau saya baca-baca spesifikasinya, ini dia nih yang saya cari! Cucok sangat dengan multi profesi yang saya jalani. A switchable notebook, for a switchable me! 

Profesi Pustakawan

acer1

Acer Switch Alpha 12

Mencari ide untuk kelas library skills, ide display mading dan interior perpustakaan adalah hal yang selalu saya lakukan. Belum lagi untuk kelas origami, saya harus mencari tutorial cara membuat origami-paling-gampang-sedunia agar bisa dilakukan oleh siswa kelas 1 & 2. Dan saya sering harus mengganti ide di tempat karena ternyata yang paling gampang pun masih terlalu sulit untuk mereka. Untungnya, prosesor Intel Core i Series generasi ke-6 yang dimiliki Acer Switch Alpha 12 ini memiliki kinerja kencang dan hemat energi, sehingga saya bisa cepat menemukan ide yang saya butuhkan, termasuk tutorial origami. Saat duduk bersama anak didik di hamparan karpet, notebook hybrid keren ini tinggal saya lepas keyboard dockingnya, dan voila! jadi deh tablet yang portable. Saya bisa intip-intip cara membuat origami, dan anak didik menyangka saya ahlinya!😀

hdmi

Port USB

Begitu pula dengan kegiatan movie club di perpustakaan. Saya memilihkan film-film berdurasi maksimal 12 menit untuk ditayangkan di ruang multimedia saat makan siang siswa. Terkadang, film yang saya sudah sediakan ternyata sudah ditonton siswa. Terbirit-birit, saya harus mencari film pendek lainnya. Setelah ketemu, Port USB Type-C yang juga berfungsi sebagai output video langsung saya sambungkan ke proyektor. Watching a movie can never be fun!

Profesi Penulis, Penerjemah, Blogger

tanpa-kipas

Teknologi LiquidLoop

Saat matahari kembali ke peraduan, saya pun berganti profesi. Setelah pasukan tidur, saya akan mulai menuangkan ide menulis. Di sini dilema suka muncul. Nulis di ruang tamu, banyak nyamuk dan gerah. Mana bisa fokus, kan? Nulis di kamar, takut berisik dan si kecil terbangun karena silau. Tapi dengan Acer Switch Alpha 12 saya tidak perlu galau lagi. Notebook keren 2-in-1 ini menggunakan teknologi terbaru yang disebut LiquidLoop, yaitu sistem pendingin yang mampu menstabilkan suhu mesin laptop tanpa kipas, jadi tidak ada tuh suara berisik yang mengganggu konsentrasi. Selain itu teknologi LiquidLoop juga membuat notebook tidak panas. Dipangku lama pun, paha tidak akan matang well-done.

acer3

Keyboard Dengan Lampu Backlit

Satu hal lagi, tidak seperti notebook lain yang dijamin tidak bisa dipakai mengetik kalau gelap, Acer melengkapi keyboard notebooknya ini dengan lampu backlit. So, saya tidak perlu menyalakan lampu kamar yang terang saat mengetik. Cukup dengan lampu redup saja, saya tetap bisa aktif mengetik sampai kantuk datang. Indah, kan? Tidak ada lagi tuh donor darah tiap malam karena mengetik di ruang tamu yang panas dan gerah. Bye!

Hobi Membaca

Layar display 12”

Layar display 12”

Terus terang, perasaan cinta saya pada buku itu tidak lekang oleh waktu. Saya bisa deg-degan hanya karena berada di toko buku atau book fair. Seolah sedang kencan dengan kekasih hati *ahayy*. Namun sayangnya, murninya rasa cinta itu terkadang dibatasi oleh keruhnya isi dompet. Terlebih jika buku yang ingin saya baca adalah buku import. Maka salah satu cara memuaskan rasa rindu pada bacaan mihil tersebut adalah dengan mencari ebook dan membacanya di gadget. Pssttt.. banyak loh, link yang menyediakan bacaan gratis *kedip*

Tapi, masalah timbul saat saya akan membacanya di handphone ala tamagotchi saya yang mungil itu. Belum 5 menit, mata sudah terasa pedas dan perih. Itu tentu saja tidak terjadi jika saya membaca ebook di Acer Switch Alpha 12. Sebab notebook ini memiliki layar 12″ yang luas dengan resolusi tinggi yaitu QHD (2160 x 1440). Belum lagi, Acer Switch Alpha 12 dilengkapi fitur Acer BlueLight Shield, teknologi yang mampu melindungi mata dari emisi cahaya biru dari layar notebook, si penyebab mata lelah dan kering. Kini, saya bisa tenang baca buku kesayangan. No more obat tetes mata deh!

Stylus Pen

Stylus Pen

Satu lagi, sebagai pembaca dan pustakawan sejati, saya selalu menjaga agar tidak ada lekukan pada lembaran halaman buku, apalagi coretan! Padahal kadang kan kalau sedang baca buku, ada saja kutipan atau inspirasi yang didapat. Nah, Acer sudah siap nih dengan stylus pen yang memberikan saya kebebasan menandai bagian yang saya suka di ebook saya. Nantinya saat menulis review, saya tinggal cari bagian yang sudah ditandai, tidak perlu baca dari awal lagi. So… convenient!

Trus, trus… setelah baca panjang-panjang tulisan saya ini, belum juga tergerak untuk memiliki notebook hybrid Acer Switch Alpha 12? Alamaakk… Tidak bakal ada deh merk lain yang seperti ini. Bisa cek toko sebelah!

**

Tulisan ini ditulis untuk diikutkan dalam Acer Story Competition dengan tema “Switchable Me: Profesi dan Hobi yang Didukung oleh Acer Switch Alpha 12, Notebook 2-in1- yang Powerful dan Fanless”.

Pictures taken from: http://www.acerid.com/