Kisah si Billy

Teta (Adiknya Mum) sekarang kan ngajar di sebuah sekolah TK & SD gt. Masih magang sih, karena kan Teta belom pengalaman ngajar. Ntar tahun ajaran baru, Teta bakalan megang kelas sendiri. Nah, selama magang ini Teta bolak-balik ke sekolah itu, selain buat observasi, latihan, juga biar terbiasa aja kali ma lingkungan sekolah itu.

Kemaren pas lagi ke sekolah kan ada pembagian raport cawu 3 **bener gak cawu 3?** Biasa deh kalo ambil raport kan guru ma ortu murid ngobrol sebentar ngebahas anaknya gimana disekolah, belajarnya, attitudenya, dst, dsb gt deh. Nah sampe lah pada giliran murid yang namanya Billy. Dia ini sekarang di TK B. Pas ibunya kedepan, Billy main aja didepan kelas.

Guru: Bu, Billy secara general bagus raportnya
Ibu Billy: Oiya? **sambil senyum**
Guru: Iya, kerapihan bagus. Kerajinan juga, Billy termasuk anak yang rajin. Dan konsentrasi disaat pelajaran juga cukup bagus.
Ibu Billy: **Manggut-manggut seneng gitu**
Guru: Tapi ada satu nih Bu yang agak kurang
Ibu Billy: Oiya? Apa itu bu Guru?
Guru: Billy kurang bisa menghargai temannya
Ibu Billy: Oiya? Billy…! **manggil Billy yang lagi main**
Billy: Ya Ma…
Ibu Billy: Kata ibu guru Billy Baik disekolah, pelajarn juga, Billy anak yang pinter, tapi kata ibu Guru Billy kurang menghargai temen, bener itu?
Billy gak terima, dia bilang: Ah nggak kok Ma! Itu pitnah!

**GUBRAK!**

Kisah diatas itu kisah nyata lho šŸ˜‰
Oiya, kita dah kelar baca buku lagi nih. Kali ini Mum bawain buku yg bukan cerita anak. Buku pertama:


Deskripsi buku:

Precious Creatures A to Z — Stuart A. Kallen

Buku ini ngebahas asal muasal dan kebiasaan hewan-hewan –dari Anteater sampe Zebra– juga hewan yang hampir punah, dan usaha yang perlu dilakukan untuk melestarikan mereka.

Buku kedua:


Deskripsi buku:

Charlotte — Janet Lunn

Kisah nyata seorang gadis bernama Charlotte Haines, yang diusir dari rumahnya pd th 1783 sewaktu berumur 10th oleh ayahnya. Ayahnya Charlotte pendukung American Revolution, sementara Pamannya mendukung golongan Loyalist.

Nah, ayahnya ngelarang Charlotte main kerumah Pamannya itu, tapi Charlotte gak nurut, akhirnya diusir dari rumah, dan Charlotte tinggal ma Pamannya itu. Kasian deh, sampe tua dia gak ngeliat keluarganya lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s