My daughters, my angels

Anak

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Kerana mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu
Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

(Dari ‘Cinta, Keindahan, Kesunyian’)

:+: Kahlil Gibran :+:

Tulisan Gibran ini sangat mengena malam itu. Nan & May berebut meja tulis baru dan mereka adu mulut tiada henti, sampe akhirnya aku terpaksa meninggikan nada suaraku untuk mendiamkan mereka. Sontak mereka diam dan berlari memelukku sambil menangis.

Ketika mereka berada dalam pelukanku, aku tersadar, kenapa juga mesti emosi? Mereka masih kecil, memperebutkan meja baru adalah hal yang wajar. Aku pernah baca disebuah buku psikologi perkembangan, memang tingkah laku anak-anak yang keliatannya memancing emosi dan nge-test kesabaran kita itu — termasuk posesif terhadap benda miliknya — adalah tugas perkembangan mereka. Jadi memang tidak bisa kita berharap mereka mengerti dan bersikap dewasa. **nah, tuh ngerti** :p

Aku tiba-tiba sadar: anakku memang bukanlah milikku. Mereka adalah titipan dariNya.

Jadi pengen pulang neh

QUOTE:

“Baju yang terkoyak dapat segera diperbaiki, tetapi kata-kata keras melukai hati seorang anak”
-Henry Wadsworth Longfellow-

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s