Puzzle

Suatu hari temen Emak ngasih hadiah puzzle buat Nan & May. “Wah mereka pasti seneng banget, secara mereka paling suka main puzzle, tapi pieces nya kecil-kecil gini, terlalu rumit deh keknya,” pikir Emak saat itu. Sampe rumah, Nan & May langsung menyerbu puzzle itu, dibongkar dan coba susun lagi.

Adduhhh.. susah bener sih!” May, ngomel-ngomel sambil berusaha naro kepingan puzzle ditempatnya yang cocok.
Aaahh ini gimana? Bun bantuin dong,” Nan mulai desperado.

Bener kan? Tapi masih dibiarin dulu.

Ini gimana siihhh?” suara May mulai tinggi, baru 2 keping yang berhasil disusunnya.
Bun, bantuin,” Nan ikutan teriak.

Rupanya rasa putus asa itu bisa nular juga ya?
Emak masih diemin, secara pengen liat juga kegigihan mereka.
Tapi secara mereka teriak-teriak melulu, akhirya Mami gak tega. Mami bantuin May, dan Teta bantuin Nan. Gak lama, selesailah puzzle itu terpasang. Beberapa kali puzzle dibongkar dan dipasang. Nan & May juga coba pasang sendiri.

Hingga akhirnya setelah 2 hari…

Bangun tidur, masih bau iler, May ambil puzzle dan nyusun sendiri. Bongkar lagi, susun lagi. No problem.
Mo pergi jalan-jalan, sambil nunggu yang lain kelar dandan, May ambil puzzle, bongkar, susun. No problem at all.

Keknya jadi hobby baru nih.
Bener juga ya, jangan pernah underestimate anak-anak. Buktinya, puzzle dengan kepingan kecil pun bisa dikuasai hanya dalam waktu beberapa hari. Wah, dengan kegigihan seperti itu, anything is possible nih!

**niat beli puzzle ukuran 1 meter untuk dibingkai kalo dah kelar** huehehe..

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s