Job opening = Promosi?

Kemaren ngobrol-ngobrol ma temen kantor. Temen ini suka menulis juga, dan udah sering menelurkan karya-karya tulisan yang menurutku bagus. Tulisannya kocak, tapi juga tajem. Orangnya witty, yet her sharp-tounge mesti diwaspadai. Hehehe… Aku suka ngobrol ma dia, secara dia blak-blakan, dan cuek abisss.

Kemaren ini kita lagi ngebahas soal promosi jabatan di kantor. Well, sebenernya dikantorku gak ada tuh yang namanya istilah promosi jabatan seperti dikantor-kantor lain. Disini semua punya ‘kesempatan yang sama’ untuk maju. Semua punya ‘kesempatan yang sama’ untuk diinterview. Kenapa kata-kata ‘kesempatan yang sama’ saya kasih kutip? Because that’s not what happened in reality. Jika ada lowongan, entah kenapa di kursi yang diperebutkan itu ‘sudah ada namanya’. Nama orang yang akan menduduki kursi itu terlihat dengan jelas meskipun gak diukir. Kita dikantor ini kudu-harus-mesti-wajib jeli ngeliat itu semua.

Kalo gak bisa ngeliat, yaaahhh… cuci deh lo!
Kita bakal wasting time untuk:
1. Ngasih tau boss bahwa kita tertarik utk apply (butuh kira-kira 2 hari utk mempersiapkan diri)
2. Bikin application letter dan ngebagus-bagusin CV (yang isinya masih sama aja sebenernya sama tahun pertama kita kerja dikantor ini, bedanya skrg dah punya nomer extension)
3. Ngobrak-ngabrik file lama, nyari laporan evaluasi 2 tahun terakhir (sebenernya evaluasi juga utk apa ya? gak ngaruh sama jenjang karir disini mah)
4. Ngirim e-mail yang isinya application letter dan CV
5. Nunggu-nunggu kapan dipanggil interview
6. Setelah 3 minggu, akhirnya dipanggil interview
7. Nunggu (lagi) hasil interview
8. Setelah 2 minggu nunggu, denger kabar burung bahwa si X (yang namanya sudah terukir indah dikursi itu) keterima di posisi yang kita apply
9. Another 2 weeks for grieving
10. Karena belum dapet kabar resmi bahwa kita ditolak, masih berharap kabar itu salah
11. Another week waiting for si calon boss menghampiri dan bilang itu semua kesalahan teknis, bahwa sebenernya kita yang diterima
12. Denger confirmed gossip (gosip yang sudah terkonfirmasi) kalo yang keterima memang si X (iya, orang yang sama dengan no 8), needs another week to mourn
13. After a week or so, thinking that we got over it, tiba-tiba si X yg keterima tadi berkonsultasi soal kerjaan barunya. Need another week to recover from heart break

See? wasting time, kan?

So, here’s a piece of advice: Liat kanan-kiri, pasang kuping baik-baik, sebelum memutuskan untuk apply ke posisi baru. Make sure gak ada nama yang terukir di kursi yg kita incer. Anyway, dikantor sekarang lagi ada posisi baru dibuka. Temenku yang witty tadi berminat utk apply. Semoga di berhasil kali ini.

So, si Emak abis ditolak sama mantan calon boss neh?
**ho oh**

and here’s what I look like now…

**arrrrrgghhhhh**

Advertisements

One thought on “Job opening = Promosi?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s