Mi Familia Review

Reviewed by: Suryati
Rating: 4 of 5 stars

Hari Selasa dapat kiriman paket, Mi Familia, wow seneeeeeeng, soalnya emang sudah ditunggu-tunggu, thanks ya Syl. Malemnya dibaca sampai halaman 35 diterusin besoknya disela-sela ngurus suami yang tiba-tiba kejang perut… So, akhirnya malam ini Rabu, pk. 9.45 selesai juga, dan anak-anak & suami sudah tidur…

Kisah bercerita tentang Bia, dan suaminya Irham yang senang memberikan kejutan. Bahkan kejutan yang tidak menyenangkan diawal pernikahan…Subhanallah masak sih tega honeymoon ngajak sepupu dan tiga anaknya. Alasan Irham sempat bikin aku sebel persis sama dengan perasaan Bia. Ya iyalah, tega-teganya menghancurkan impian dan angan-angan penganten baru yang pengen bulan madu berdua sama suami tercinta. Belum lagi ditambah tinggal serumah dengan mereka dengan batas waktu tak tentu..kebayang deh kalo semua itu menimpaku.

Kekesalan Bia hampir pasti bisa dirasakan semua istri, karena semua istri pasti ingin jadi satu-satunya ratu dalam rumah tangga tanpa saingan d…more Hari Selasa dapat kiriman paket, Mi Familia, wow seneeeeeeng, soalnya emang sudah ditunggu-tunggu, thanks ya Syl. Malemnya dibaca sampai halaman 35 diterusin besoknya disela-sela ngurus suami yang tiba-tiba kejang perut… So, akhirnya malam ini Rabu, pk. 9.45 selesai juga, dan anak-anak & suami sudah tidur…

Kisah bercerita tentang Bia, dan suaminya Irham yang senang memberikan kejutan. Bahkan kejutan yang tidak menyenangkan diawal pernikahan…Subhanallah masak sih tega honeymoon ngajak sepupu dan tiga anaknya. Alasan Irham sempat bikin aku sebel persis sama dengan perasaan Bia. Ya iyalah, tega-teganya menghancurkan impian dan angan-angan penganten baru yang pengen bulan madu berdua sama suami tercinta. Belum lagi ditambah tinggal serumah dengan mereka dengan batas waktu tak tentu..kebayang deh kalo semua itu menimpaku.

Kekesalan Bia hampir pasti bisa dirasakan semua istri, karena semua istri pasti ingin jadi satu-satunya ratu dalam rumah tangga tanpa saingan dan semua istri pasti menginginkan suaminya membicarakan segala sesuatunya lebih dulu dengan istri sebelum mengambil suatu keputusan tentang apapun. Tapi untunglah Bia bukan aku karena Bia jauh lebih baik, soalnya dia bisa menerima alasan suaminya dan tetap menerima Mila dan ketiga anaknya, salut deh karena itu menunjukkan kebesaran jiwa Bia dan ketulusan cinta kepada suaminya, mengalahkan egonya sendiri untuk menjadi satu-satunya orang yang dicintai suami. Dia mau berbagi kasih suami dengan anak-anak yatim dan seorang janda yang masih saudara, mau menerima walaupun daerah teritori dia sebagai istri dan nyonya rumah juga terganggu. Dia juga punya seorang sahabat yang benar-benar sahabat sejati yang bisa diajak berbagi dan siap memberinya semangat. Bia juga punya orang tua dan keluarga yang mencintainya.

Pada saat Bia keguguran dan harus kehilangan janin yang dikandungnya, duuh…jadi ikut ngerasa sedih. Aku jadi teringat pengalaman yang sama nih, sama, anak pertama juga. Jadi aku ngerti banget perasaan yang di alami Bia. Yang jelas, Sylvia mampu menuliskan sebuah kisah yang bisa membuat pembacanya khususnya aku seolah larut dalam kisah tersebut. Salut…

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s