La Tahzan for Working Mothers

Kumpulan tulisan mengenai suka duka ibu bekerja. Sylvia L’Namira menjadi salah satu kontributor di dalamnya.

Judul: La Tahzan for Working Mothers
Penulis: Izzatul Jannah, dkk.
Penerbit: Lingkar Pena Publishing House
Tahun: 2009
Halaman: 240 hal.
ISBN: 9786028436168

Deskripsi:
Allah senantiasa menganugerahkan banyak hal kepada makhluk-Nya yang bernama perempuan (baca: ibu). Salah satu anugerah itu adalah kekuatan dalam menjaga keseimbangan antara menebarkan kasih sayang kepada suami, anak-anak, dan kepada orang di sekelilingnya.

Semakin dinamisnya dunia juga membuat “kekuatan” para ibu diperlukan dalam berbagai bidang, termasuk dunia profesi. Maka, tampillah ibu sebagai guru, dosen, dokter, ahli teknik, wartawan, hingga sebagai manajer dan anggota dewan. Peran seorang ibu yang sudah beragam, bertambah lagi sebagai ibu bekerja (working mother).

Multiperan ini tentu memerlukan “kekuatan” tersendiri. Dan kisah-kisah dalam buku ini akan lebih menguatkan peran para ibu. Kisah-kisah yang penuh makna, perjuangan dan pengorbanan, serta akan menginspirasi, tak hanya Anda para ibu bekerja, tapi juga semua ibu. Sebab, pada dasarnya semua ibu adalah ibu bekerja.

Berisi kumpulan kisah nyata yang ditulis oleh para ibu bekerja untuk menginspirasi ibu bekerja lainnya. Gimana sih suka duka menjadi ibu bekerja, cara menyiasati waktu dan kegiatan sampingan seperti arisan, menghadapi anak-anak setelah kelelahan seharian di kantor, juga disisipkan tips-tips yang pastinya akan berguna bagi ibu-ibu bekerja.

Apakah hanya bermanfaat bagi ibu-ibu saja? Gimana dengan yang masih lajang, or ibu bekerja-gonna-be? Justru ini juga bagus lho buat semua kalangan. Karena bisa menjadi panduan dan membuka wawasan. Bahwa, setelah menikah itu nggak harus berhenti bekerja. Masih banyak lahan yang bisa digarap setelah menikah dan memiliki anak.

Untuk para ayah? Lebih bagus lagi! Biar Dads mengerti apa sih yang dihadapi Moms dikala mereka menjadi ibu sekaligus pekerja kantor. Semoga Dads jadi tambah sayang deh sama Moms. “Ma, capek ya? nggak usah masak deh, papa aja yang masak dan cuci piring.” Kalo denger kalimat begitu kan enak ya? So Moms, beliin deh buat Dads. Insya Allah bisa menambah keromantisan keluarga…

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s