La Tahzan for Single Mothers Review

Reviewed by: Palsay
Rating: 3 of 5 stars

Pernahkah anda perhatikan lingkungan sekitar anda, tetangga anda, kawan-kawan anda, atau kenalan anda yang mengalami kegagalan dalam perkawinannya atau ditinggal mati pasangan hidupnya lalu kemudian menjadi single parent, dan berjuang sendiri dalam menafkahi hidupnya?
Pernahkah anda bertanya meski dalam hati, seperti apakah para single parent ini menjalani hidupnya, terutama mereka yang menjadi single parent karena perceraian, sementara dalam lingkungan masyarakat kita masih banyak yang menganggap perceraian sebagai hal yang negative?

Sekali saja, jika anda seorang yang menikah, membayangkan diri anda dalam posisi para single parent ini, bagaimana rasanya? Apakah anda jadi ngeri sendiri, atau malah seolah-olah terbebas, karena perkawinan yang selama ini anda jalani hanya membawa kesengsaraan belaka?

Demikianlah, meski Allah membenci perceraian, namun dengan sifatNya yang Maha Adil, Dia telah mengizinkan perceraian menjadi jalan keluar bagi permasalahan rumah tangga ummatnya. Sehingga mereka dapat memulai menata kembali hidupnya yang bermasalah dalam perkawinan, menjadi lebih mandiri, kuat dan tidak mudah menyerah.

Buku La Tahzan For Single Mothers berisikan pengalaman pribadi para Single Mothers (untuk saat ini yang Single Fathers sepertinya belum terbit..hehehe) yang rata-rata berjuang sendiri dalam kehidupannya, menafkahi anak-anak dan keluarganya lengkap dengan segala sebab dan permasalahan di dalamnya. Namun tentunya meskipun berisi curahan hati para ibu; sesuai judulnya, “La Tahzan” yang artinya “Jangan Bersedih”, buku ini lebih menitik beratkan kepada pengalaman mereka dalam mengatasi segala permasalahan yang timbul berkenaan dengan kondisi mereka, yaitu sebagai orangtua tunggal. Bermacam sebab mereka menjadi janda, mulai dari kematian suami, ditinggal suami pergi entah kemana sampai dengan kekerasan dalam rumah tangga.

Namun demikian, simaklah tulisan Sylvia L. Namira, yang menuliskan pengalaman seorang single mother dengan bahasa yang lugas, kocak dan enak dibaca. Kerepotan dalam membagi peran menjadi ibu sekaligus ayah untuk sang buah hati, termasuk membagi waktu antara pekerjaan dan mengasuh anak, diceritakan dengan ringan namun tetap berbobot, karena banyak hal di dalamnya dapat menjadi pelajaran bagi para single parent yang bernasib sama. Terpenting lagi, Sylvia juga memberikan gambaran kehidupan orang tua tunggal, yang tidak kalah seru, gaul dan menyenangkan, sehingga meskipun tanpa adanya sosok suami, kehidupannya berjalan normal dan sang buah hati tetap tumbuh sehat dan berprestasi. Pembacapun juga kadang dibuat tersenyum-senyum sendiri saat membaca kisahnya.

Selain kisah yang diangkat Sylvia, ada juga beberapa kisah-kisah para single mothers lainnya, serta kisah anak korban perceraian yang tak kalah menariknya, membuat pembaca dapat memahami berbagai sisi kehidupan para single mother, mulai dari perasaan terluka, saat-saat bangkit dari keterpurukan, untuk kemudian berkembang menjadi pribadi-pribadi yang mandiri. Sebab demikianlah cara Tuhan bekerja. Yaitu selalu ada kemudahan dalam setiap kesulitan, selalu ada hikmah dari setiap kejadian, dan para single mothers yang berkisah di buku ini nyata-nyata telah membuktikannya dan keluar sebagai pemenang dari ujian yang diberikan Tuhan.

Meski berisi pengalaman para single mothers, menurut saya, buku ini penting juga dibaca oleh kaum lelaki guna memahami permasalahan para single mothers, karena beberapa kisah dalam buku ini terkait dengan sikap para ayah yang menelantarkan anak-anak dan istrinya ini. Syukur-syukur menjadi pelajaran bagi para lelaki untuk tidak sekali-kali menelantarkan istri dan anaknya serta memperlakukan mereka dengan baik dan penuh kasih sayang.

So, tak perlu bersedih..(La Tahzan)

Jadi single mother, siapa takut? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s