Catatan dari bedah buku La Tahzan for Single Mothers di Moz5, Depok

Diawali dengan sedikit kepanikan karena salah satu nara sumber berhalangan hadir, acara bedah buku La Tahzan for Single Mothers tetap berjalan dengan lancar dan sukses. Salon Moz5, Depok, yang baru saja dibuka 3 bulan yang lalu bersedia mengadakan bedah buku ini di lantai 3 salon tersebut.

Dengan nara sumber pengganti yang juga salah satu kontributor di buku La Tahzan for Single Mothers, Dhani, plus Sylvia L’Namira dan dimoderatori Palsay, acara tersebut sukses membuat para ladies yang hadir curhat dan sharing masalah yang mereka hadapi, baik itu untuk diri mereka sendiri ataupun untuk sahabat atau kerabat mereka yang saat itu tidak bisa hadir.

Acara dimulai dengan Sylvia L’Namira menceritakan proses penulisan buku dan harapan apa dari buku tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman Dhani yang telah menjalani 15 tahun sebagai seorang single mother dan ibu dari seorang anak yang menderita ADHD.

Dalam sesi tanya-jawab muncul pertanyaan yang salah satunya adalah, bagaimana membuat keputusan untuk tetap bertahan dalam biduk rumah tangga yang sudah hampir karam? Ataukah lebih baik berpisah saja? Tentu saja jawabannya kembali ke masing-masing individu. Sebab tiap individu memiliki permasalahan yang berbeda dan tentu saja pertimbangan-pertimbangan yang berbeda.

Ada pula yang mengungkapkan bahwa bertahan dalam biduk rumah tangga yang sudah hancur adalah prinsip. Memang setiap manusia harus memiliki prinsip, dan prinsip itulah yang menguatkan kita. Tapi bukan berarti orang yang memilih jalan bercerai tidak memiliki prinsip, semua itu kembali lagi pada masing-masing individu bagaimana menyikapi masalah yang mereka hadapi.

Kemudian muncul usulan membuat sebuah forum yang berfungsi untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi para single mothers, bukan hanya kelompok yang berkumpul untuk sekedar curhat dan marah-marah. Akan lebih baik jika dikelola dengan serius melibatkan orang yang berpengalaman di bidang hukum.

Kira-kira seperti itulah gambaran diskusi yang terjalin. Setelah semua pertanyaan terjawab dan semua hadiah dibagikan, sesi curhat dilanjutkan dibarisan belakang setelah acara selesai. Dan acara bedah buku diakhiri dengan perawatan kecantikan bersama. Berbekal voucher perawatan yang dibagikan oleh Yulia, pemilik salon Moz5, para peserta dengan sabar mengantri di salon yang hari itu dipadati pengunjung.

Sungguh hari yang luar biasa, dan semoga supporting group yang ingin dibentuk bisa segera terwujud. Karena benar, dengan adanya support group, para single mothers (atau yang berencana untuk mengakhiri pernikahannya) akan memiliki penguatan dan dukungan dari kawan-kawan yang memilih jalan yang sama. Bisa jadi yang berencana bercerai jadi mengurungkan niatnya, atau malah mendapat solusi lain dari support group ini. Semoga tujuan dari pembuatan buku ini, yaitu agar bisa menjadi bahan referensi dan tentunya bermanfaat bagi pembacanya, bisa terwujud.

So, single mothers… La Tahzan… ‘coz we have each other.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s