Trip to Pulau Pramuka: Day 2

Hari kedua di Pulau Pramuka! JRENG… JREEENNGGG..!! Hari ini akan didedikasikan untuk snorkeling. Yeah!!

 Setelah semalam kita barbeque-an: bakar ikan, cumi, udang, dan gak berani ngecek kolesterol setelahnya, pagi kami bangun pagi untuk siap-siap snorkeling. Eh, eh emang bisa snorkeling? Ya NGGAK lahhh! Ha-ha-ha.. Eh tapi kan diajarin 😀

Berangkatlah kami ke pulau pertama untuk belajar snorkling. Setelah dibagi-bagikansi kaca mata yang ada selangnya, dan kaki kata, kami pun langsung mencoba. Instruktur mengajari cara bernapas melalui mulut secara si hidung ketutup kaca mata kan ya? Hehe rada susah ya, bawaannya pingin napas pake hidung aja 😀

Setelah itu kita nyoba ke lautnya yang masih rada cetek untuk latihan bernapas. Sekalian nih pake si kaki katak. Eehh, tapi kok susah ya jalannya? Ternyata kudu mundur sodara-sodara! Ha-ha.. Makluuumm.. soalnya si katak yang kakinya seperti ini aja jalannya gak mundur. (Eh tapi dia loncat-loncat ding!). Finally I gave up the kaki katak dan membiarkan ceker-ceker kakiku berenang dengan riang gembira.

Oke, kira-kira udah cukup latihannya, kita lanjutkan perjalanan ke tengah laut dan mencebur lah kita di sana. Untung di kasih pelampung ya, kalo nggak haduuuhhh.. anak gimana di rumah? Lautnya daleeemmm.. Well, ada sih yang bagian karangnya, tapi kalau diinjek kan kasian ya si terumbunya? Mereka kan makhluk hidup juga seperti kita.

Pemandangan dalam laut tuh indah bangeettt!! SUBHANALLAH… Unforgetable banget deh. Pemandangan dalam laut yang cuma bisa dilihat di tipi-tipi atau film flora fauna, atau National Geographic itu, bisa kusaksikan dengan mata kepala sendiri. Malah ada ikan kecil numpang lewat di depanku, lucu bangeettt!! Tapi gak mau dipegang. Hiks..

Kami snorkeling ke beberapa titik, dan semua pemandangannya indah nian. Pantes lah kalau orang yang pernah snorkeling, pingin lagi dan lagi. Apalagi kalo udah bisa diving, pasti bawaannya pingin ke laut terus. Ini aja pingin snorkeling lagi 😀 Ketagihaaaannn…!! Biar perawatan kulit selama berbulan-bulan menjadi sia-sia karena terbakar sinar matahari selama di laut, tapi nikmatnya menatap dunia dalam lautan membayar segalanya.

 -bersambung-

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s