Nan di Kampung Inggris, Pare: minggu 1

Setelah seminggu nggak mendengar kabar dari Nan yang sedang belajar di Kampung Inggris, Pare, akhirnya wiken kemarin dia berhasil dihubungi setelah ponsel masing-masing anak dibagikan. Cerita tentang apa saja kegiatan di sana pun mengalir darinya saat di telepon. Background suara di belakangnya terdengar ramai, dan ternyata teman-temannya pun sedang menelpon ke rumah masing-masing.

Setelah cerita seru-serunya habis, suaranya mulai bergetar dan terucaplah kata-kata yang membuat mataku juga berkaca-kaca, “Bun, Nan kangen..”
NYESS!!
 
Seperti disiram air es, kata-kata Nan terngiang terus di kepalaku hingga selesai pembicaraan kami. Jujur, aku pun kangen Nan, tapi aku nggak boleh terdengar sedih, dan harus selalu memberinya semangat supaya dia nggak down di sana. Kalau nurutin kata hati sih, pasti aku sudah terbang ke sana saat long wiken kemarin, tapi kala kupikirkan pembelajaran yang pasti banyak di dapatnya di sana, kutinjau kembali keputusanku.
Bukankah di sana sudah ada guru-guru pembimbing? Jika ada sesuatu, pasti mereka akan mengabari. Ibaratnya, “No news, means good news.” Besides, bagus juga lho anak sesekali jauh dari orang tua, agar mereka bisa menghargai apa yang mereka miliki, dan orang tua juga merasakan rindunya tidak melihat si buah hati setiap hari, yang biasanya kena omel terus kalau nggak disiplin *hehehe, iyaa saya ngakuuu!*
Anyway, secara selama wiken mereka diperbolehkan memegang ponsel masing-masing, aku pun mendaulatnya untuk selalu mengirimkan foto-fotonya melalui whatsapp *ups, bukan blog berbayar niihh* Sangat lumayan untuk mengobati rasa rindu.
So, wiken di mulai dengan acara olah raga pagi main di rumput. Tuuh kiriman fotonya lucu banget. Secara Nan lagi senang main instagram, dia jadi belajar ngambil foto dengan angle unik.
Lalu setelah semua mandi dan siap-siap, mereka pergi ke Candi Surowono. Rencana awal mau ke goa setelah dari candi, tapi berhubung curam dan sempit, guru pembimbing sepertinya memutuskan untuk membatalkan jalan-jalan masuk ke goa *keputusan yang tepat, mengingat bawa 100-an anak* Dan melihat senyumnya yang sumringah saat di foto bersama teman-temannya di Candi Surowono, membuat hati terasa damai.
 
Keep on smiling, Nan. I miss you so much! :*
Advertisements

3 thoughts on “Nan di Kampung Inggris, Pare: minggu 1

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s