Lakon Mak Biker #2: Stupid Biker

Pernahkah, atau mungkin lebih pasnya, seringkah anda melihat orang boncengan motor, lalu anaknya berdiri di tengah-tengah?

Jawabnya pasti: sering. 

wata

Ya, memang itu bukan pemandangan asing lagi di negeri kita ini, atau lebih tepatnya, di Jakarta ini. Terutama di daerah-daerah pinggiran, banyak kita temui pasangan yang membiarkan anaknya berdiri di boncengan dengan hanya sebelah tangan ibunya yang melingkar di pinggang anak itu, atau bahkan aku pernah lihat yang dibonceng juga anak-anak, dan yang paling kecil berdiri.

Coba sejenak kita renungkan. Seorang anak kecil yang masih lugu, masih polos, diajak membonceng motor dengan diberdirikan, tanpa pikiran kalau itu bahaya, yang penting dia hepi. Lalu besok-besok karena sudah pernah, dia minta lagi. Kalau nggak dikasih dia menangis. Lalu orang tuanya akan bilang: “habis dia nangis sih kalau nggak dikasih.”

Sekarang kita mundur lagi. Anak itu tidak akan mengetahui rasanya berdiri di boncengan jika tidak diperkenalkan oleh orang tuanya, kan? Anak yang masih lugu dan polos itu mana mungkin ada pikiran melihat anak lain berdiri trus dia minta juga. Nggak mungkin! Yang biasanya terjadi adalah, orang tuanya memperkenalkan hal tersebut karena bagi orang tuanya, itu bisa membahagiakan anak.

Well, anak kecil yang masih lugu dan polos itu tidak bisa memilih. Anak kecil yang lugu dan polos itu begitu mempercayai kita, orang dewasa, untuk memilihkan jalan yang tepat untuknya. Lalu kita berikan dia jalan yang bahaya dengan mendirikannya di boncengan yang notabene bisa merenggut nyawanya? Dan, sebagai informasi, sudah banyak terjadi kecelakaan karena kebodohan para orang tua yang tidak bertanggung jawab.

Jika kembali lagi ke ungkapan: “itu kan anaknya, suka-suka dia dong.” Ya iya sih, tapi yah—iya sih memang itu anaknya. Mungkin mereka mudah mendapatkannya, atau anaknya mungkin banyak. Sementara bagi pasangan yang sulit mendapatkan momongan, saya yakin mereka pasti lebih memilih untuk membahagiakan anaknya dengan cara yang lain.

Kenapa tiba-tiba saya posting soal ini? Selain karena memang hal ini sudah menjadi concern saya sejak lama, tadi pagi saya melihat yang lebih ekstrim: Seorang bapak bawa motor berdua dengan anaknya yang masih balita. Anak perempuannya itu berdiri di depan, berdiri ya, di jok depan! Sebelah tangan si bapak muda itu memegang stang motor, sebelah kiri melingkar di pinggang sang anak yang asik bernyanyi-nyanyi sambil melunjak-lunjak tanpa tahu bahaya.

So, I ask you one more time: How stupid can we get, parents?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s