Lakon Mak Biker #3: Genangan Air

Pagi ini dengan hati sedikit kelabu, karena jalan menuju rumah banjir, saya pun berangkat dengan motor saya, Zoya. Baru aja keluar dari banjiran, eeh si Zoya mati. Apakah pagi yang mendung ini harus diawali dengan dorong motor? Nggak keren banget kan ya? Saya coba starter lagi, dan lagi, dan lagi…

*Dua tahun kemudian*

Zoya akhirnya bisa nyala. Fiuhh.. Sempet agak hepi ada alasan bolos, tapi galau juga karena harus ikut rapat pembina pengawas ruang ujian nasional. Jadi kudu ngantor juga meskipun hujan badai sepertinya. Untunglah nggak hujan badai.

Berharap di jalan raya aman sentosa, saya pun berangkat bersama Zoya tanpa mikir macem-macem. Ternyata di jalan banyak genangan air ya. Nggak usah ditanya deh kenapa. Kita semua kan tau banyak jalan rusak di sekitar kita.

Tetiba di pasar Cimanggis yang terkenal dengan bau sampah dan genangan airnya (air dari sampah, sodara-sodara!) saya pun melaju pelan-pelan. Selain takut nyiprat ke diri sendiri, takut juga nyipratin orang lain. Dan saya bawa Zoya agak ke tengah. Eh you know what? Seorang biker stupid lewat di samping kiri, which is tergenang air, dengan kencang. Akibatnya? Nyiprat dong..!!

genangan

“WOY!! ^%&<@$#%$&#*!!!”

Cuma itu yang bisa saya ucapkan. Setelahnya saya beristighfar. Mo pulang lagi, terlalu jauh dan pasti telat, mo dilanjutin bagaimana nasib celana panjang saya? Masa mampir ke pasar dulu beli sarung?

Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali saya alami. Kadang malah cipratannya sampai ke muka. Untung helm tertutup dan airnya bukan air sampah. Dan yang saya heran, kok bisa ya biker-biker itu melaju dengan kecepatan tinggi di genangan air saat melihat di depannya ada pengendara lainnya? Kan udah tau bakal nyipratin orang. Apa sih yang ada dalam pikirannya?

Itu padahal kan sesama biker ya. Gimana dengan mobil? Hmm.. Kalau mobil sih saya udah no comment aja deh. Kebanyakan nggak ada toleransinya sama pejalan kaki atau pengemudi motor. Kalau pun ada, satu dari seribu sepertinya.

Genangan-Air

Apa ya susahnya memikirkan kenyamanan orang lain di sekitar kita? Kan sama-sama pengguna jalan, sama-sama bayar pajak. Kalau bisa santun di jalan dan nggak egois, alangkah indahnya ya dunia ini.

Treat others the way you want to be treated.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s