Lakon Mak Biker #4: Zikir Saat Berkendara

Biasanya sambil berkendara apa yang kita sumpal di telinga kita? Headset? Lalu mendengarkan lagu-lagu pop? Rock? Metal? Atau lagu religi? Masing-masing orang punya kegemaran masing-masing. Dan itu sah-sah saja. Saya nggak akan mengkritik apalagi melarang. Nanti dibilang melanggar hak asasi manusia, lagi!

Saya selalu dinasehati kalau sedang mengendarai motor itu jangan menyumpal telinga dengan headset, karena bahaya. Yup, saya pernah mempraktekkan berkendara sambil menyumpal telinga dengan lagu-lagu pop Korea  yang saat itu sedang saya gandrungi. Walhasil, saya jadi kurang waspada. Klakson yang ditujukan pada saya sering nggak terdengar karena kalah sama suara penyanyi Korea tersebut.

Selain itu banyak juga kecelakaan yang terjadi akibat menggunakan headset saat berkendara. Bahkan pernah ada yang mengalami tabrakan, si pengendara motor tersebut tewas di tempat dengan headset masih meraung-raungkan lagu yang sedang didengarnya saat kejadian. Astaghfirullah… Naudzubillah. Ngeri banget!Image

Itulah sebabnya saya lalu beralih pada zikir. Terus terang saya bukang orang alim atau semacamnya. Saya cuma merasa tenang kalau melantunkan zikir dibandingkan mendengar lagu saat naik kendaraan. Dan zikir yang saya pilih adalah zikir Asmaul Husna. Alhamdulillah saya hapal 99 nama Allah. Saya menghapalnya dengan cara berulang-ulang mendengar zikir yang dilantunkan oleh Grup Nasyid Rayhan dari Malaysia. Kalau ingin mencoba, silahkan lho. Mereka melantunkannya dengan sangat asyik sehingga mudah dihapal.

Selain membuat hati tenang, berzikir itu menghindari kita juga dari memaki pengendara lain saat mereka seenaknya di jalan. Kalau pun kaget, yang terlontar insya Allah ucapan yang baik semisal ‘Astaghfirullah,’ ‘Allahu Akbar.’ Kayak gitu deh kira-kira.

Dan satu lagi keajaiban yang saya rasakan: selama berzikir saat bawa motor saya, si Zoya, jalanan sepadat apapun seolah selalu ada celah buat saya lewati. Saya kan bukan biker yang jago selap-selip. Tapi selama ini kalau saya bawa motor, kendaraan di depan seolah minggir aja gitu kalau saya mau lewat. Beneran! Mungkin ini cuma perasaan saya aja, tapi saya yakin banget kalau Allah lah yang mempermudah perjalanan saya.

Yuk ah, mulai saat ini, kalau berkendara mending berzikir aja, lebih aman dan tenang.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s