Lakon Mak Biker #8: Sampah… oh… Sampah

Saya pernah mengalami kejadian di suatu pagi, saat lagi asyik mengendarai Zoya menuju kantor… “tuink!” gulungan tissue bekas pakai meluncur keluar dari jendela mobil mewah di depan. Ada lagi kejadian lain, saat lagi macet di lampu merah, mobil di samping buka jendela. Kirain mau nyapa atau ngajak kenalan, kaca helm udah dibuka aja nih. Eeehh taunya, “tuink!” puntung rokok dilempar dari jendela. Huh! Enak banget sih orang-orang ini buang sampah sembarangan? Untung nggak kena, kalo kena bakal melayang nih kaca spion!

martunassinaga

Sebenarnya nggak cuma mobil sih, tapi ada juga penumpang motor yang ngelempar aja gitu gelas plastik bekas minumannya, atau dari angkot anak sekolah buang bungkusan bekas gorengan (kertas plus kresek dan cabenya) *sigh* Saya heran banget jadinya, apa sekarang sudah nggak ada lagi ya pelajaran moral seperti buang sampah pada tempatnya, atau pembiasaan-pembiasaan di lingkungan rumah? Sampai anak kecil pun sekarang buang bungkus permen sembarangan.

Apa salahnya sih sampah-sampah kecil itu disimpan dulu di kantong tas, atau saku baju, atau saku celana, or whatever lah, sampai nemu tempat sampah dan buang di sana. Saya pernah kok seharian bawa-bawa sampah saya di saku tas. Kenapa juga harus buang sembarangan di jalan raya? Seperti mobil-mobil mewah itu, pendidikan pengendaranya pasti nggak rendah kan? Minimal sekolah dasar mah lulus ya? Dan di dalam kendaraannya pasti ada tong sampah kecil, kan? Trus kenapa juga harus lempar ke jalan?

sampah

Apa mereka pikir, satu sampah dari mereka nggak akan membuat banjir? Coba kalau setiap orang berpikir seperti itu, berapa banyak sampah yang dilempar ke jalan. Trus ngomel-ngomel gitu pas banjir? Hellooowww…?

Kadang saya berharap punya kekuatan jari ajaib seperti Mathilda di bukunya Oom Roald Dahl, atau gadis di buku The Magic Finger oleh penulis yang sama. Jadi kalau ada yang buang sampah dari kendaraannya, bisa langsung gerakin jari telunjuk dan mengembalikan sampah itu ke mukanya. Pasti rasanya puas! Kadang jari saya suka saya gerak-gerakin dengan harapan siapa tahu suatu hari Tuhan kasih keajaiban dan sampah itu beneran terlempar ke muka si pembuang sampah sembarangan itu.

magic finger

Saya selalu ingat pepatah dulu yang mungkin terdengar klise, tapi selalu pas di setiap kesempatan:

We do not inherit the earth from our ancestors, we borrow it from our children.– Native American Proverb –

 

Kalo semua orang mikir kayak gitu, bukankah dunia akan sangat bersih? Dijamin piala Adipura akan banyak dibuat karena semua tempat terlihat indah.

Kapan yaa?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s