Juara 1 Lomba Menulis Cerita Anak oleh Guru 2013 di Majalah Bobo

Melihat wajah saya terpampang di majalah Bobo sebagai Juara I lomba Menulis Cerpen Anak untuk Guru, rasanya tuh WOW banget! Boleh banget kalo mo ikut bilang WOW, lho. Sambil salto juga boleh.

Pemenang Lomba Menulis Cerita Anak oleh Guru 2013

Dimulai dari mendapat info tentang lomba di internet, saya pun mulai menggali ide untuk menuliskan cerita anak yang asik dan yang kira-kira akan disukai mereka. Terus terang dari dulu pingin banget bisa nerbitin buku cerita anak seperti Clara Ng, Arleen, dan lainnya. Tapi nulis cerita anak itu nggak gampang euy! Karena selera anak itu kan unik. Ide yang kita tulis belum tentu mereka suka. Itulah kenapa menulis cerita anak menjadi hal yang cukup rumit bagi saya pribadi. Kalau baca cerita anak yang diterbitkan di majalah Bobo, iri banget sama mereka yang tulisannya bisa lolos. Kelihatannya simple, tapi dalam prakteknya nggak demikian.

My Little Editors

Untungnya di rumah saya punya dua editor cilik yang siap melahap cerpen yang saya buat: Alyssa dan Mayra. Mereka akan bilang bagus kalau bagus, dan nggak ragu bilang jelek kalau nggak suka ceritanya. Editor yang ini nggak takut dimusuhi penulis, hehehe 🙂

Selesai cerita Tim Paling Kompak saya tulis, saya minta mereka membacanya. Selama mereka membaca, saya memperhatikan ekspresi mereka sambil deg-deg-an. Hiks… apa ya komentar mereka? Selesai baca, mereka bilang, “Bagus, Bun!”

Fiuuhhh… Lega.

Sekarang giliran kirimnya. Secara jeleknya saya adalah penunda-nunda pekerjaan, *reminder utk tidak melakukan itu lagi* dan tersalip dengan kerjaan lain pula, saya pun mengirimkannya di saat-saat terakhir. Dan itu pun harus merepotkan my Sis nan cantik jelita yang bela-belain ke kantor pos di siang hari saat jam makan siang kantornya, untuk mengirimkan naskah itu. Tadinya saya sudah pasrah, kalau nggak terkirim pun memang salah saya yang teledor. Tapi ternyata adik saya yang satu ini (emang cuma satu-satunya sih) sedang dibisiki malaikat untuk mau menolong kakaknya yang nyebelin ini. Hingga akhirnya sampailah si naskah dengan selamat di tangan pak pos. Selebihnya…? Pasrah.

Hingga pagi tadi, murid-murid grade 4 mendatangi saya yang sedang ngobrol-ngobrol cantik di staff room, dan memberikan kabar bahagia ini yang langsung saya sambut dengan penuh suka cita: “Besok, pizza party di library!” Ha-ha… Semoga pemilik sekolah nggak muncul tiba-tiba dan memergoki kami pesta pizza di perpustakaan, bisa bahaya! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s