Lakon Mak Biker #11: Give Us a Break

“Jalanan lega dan lengang, melenakan.” –Sylvia L’Namira-

Give us a brake!

Give us a brake!

Belakangan ini saya perhatikan jalanan makin lebar-lebar ya? Jalan jelek banyak yang dicor, jalan aspal diperlebar seperti contohnya jalan Margonda, Depok. Lalu yang terbaru jalan raya Parung. Seneng sih, tapi jadi rada was-was juga. Pasalnya, kalau mau nyebrang tuh jadi susah. Tau sendiri kan, di jalan lebar orang bawa kendaraan udah kayak kebelet kencing semua. Hawanya pingin ngebuuuttt aja.

Sebagai emak-emak yang masih hitungan amatir dalam mengendarai motor, saya sering nggak kebagian kalau mau menyebrang. Pernah saya menunggu hingga 20 menit hanya untuk masuk ke jalan raya. Kesel? Pasti! Tapi mau gimana lagi? Nggak ada yang bisa saya lakukan kecuali menunggu hingga agak lengang dikit, trus baru nyebrang. Dari pada resiko.

Pernah saya nekat untuk maju sedikit-sedikit, karena sudah terlambat ke kantor. Memang sih pada akhirnya kendaraan yang lewat melambat, tapi saya nggak berani terus-terusan begitu, takut juga ada yang lagi kurang waspada, saya bisa kena hajar kendaraan dia. Apalagi saya membonceng anak.

Kalo bisa stop. Kalo nggak bisa...STOP!

Kalo bisa stop. Kalo nggak bisa…STOP!

Tapi, terlepas dari egoisnya para pengendara, ada juga lho yang mau berhenti untuk memberi jalan. Bahkan melambaikan tangan kanannya agar tidak ada kendaraan yang mendahului dia, karena saya mau nyebrang. Wah, kalau sudah ketemu sama pengendara yang seperti ini, saya biasanya otomatis langsung mendoakan, semoga harinya baik, rejekinya lancar, dan dimudahkan urusannya. Karena dia sudah memudahkan urusan saya.

So, bagi pengendara motor atau mobil yang mungkin membaca tulisan saya ini, please dong, agak dipelanin dikit laju kendaraannya saat ada yang mau menyebrang. Nggak ada salahnya kan ngerem dikit, demi kepentingan bersama juga. Sama-sama aman, plus jadi beramal deh karena ngasih jalan orang lain. Ya kan? Apalagi kalo yang mau nyebrang jalan adalah emak-emak yang mboncengin anaknya yang berpakaian seragam. Hmm itu saya banget.

Semua kebaikan yang kita lakukan, pasti ada rewardnya. Bukan dari sesama manusia, tapi dari Tuhan, pastinya. Kita mempermudah orang lain, urusan kita juga akan mudah. Percaya deh.

Yuk ah, mulai bersabar dalam berkendara. Nggak usah grasa-grusu. Kan istilahnya, takkan lari gunung dikejar. Takkan lari juga kantor dikejar. Ngerem dikit nggak akan rugi kok. Bukankah itu tujuan rem dibuat? Untuk memelankan laju kendaraan, dan mempermudah orang lain.

Ada ternyata Minggu Kesadaran Mengerem

Yuk ah!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s