Proud Moment

Saat Nan meminta doa saya agar bisa lolos seleksi Olimpiade pelajaran IPS yang diadakan oleh sebuah lembaga pendidikan bekerja sama dengan sekolahnya, saya sudah merasa sangat bangga. Bayangkan saja, Emaknya mana pernah ikutan olimpiade, apalagi masuk final. Jauuhhhh…! **psstt, tapi jangan sampai dia tahu nih**

Saya sempat was-was saat mengetahui waktu seleksinya itu tepat beberapa hari menjelang ujian akhir semester. Apakah Nan bisa fokus? Apakah Nan tidak terbebani dengan semua pelajaran yang harus dia pelajari? Apalagi olimpiade yang dia ikuti adalah pelajaran IPS, which is banyak hapalannya. Tapi tetap saya beri semangat dan mendoakan yang terbaik buatnya.

Maka, malam dan pagi buta terdengarlah suara Nan menghapal. Rupanya dia sangat bersemangat mengikuti seleksi olimpiade ini. Katanya, “Kalau menang dapat gadget, bun!”

Oke, yang semangat ya belajarnyaaa!

Seminggu kemudian.

Masuk sms di HPnya yang memberitahu bahwa yang mendapatkan sms adalah finalis yang akan mengikuti final olimpiade IPS. Link yang diberikan pembimbing dari sekolahnya saya buka dan mengunduh kisi-kisi, serta melihat daftar nama siswa yang terjaring. Nan membandingkan nilai yang didapat siswa dari sekolah lain, dan hatinya mulai ciut.

“Bun, kalo nggak menang nggak papa ya?” katanya. Nan memang selalu begitu. Kalau dia tidak yakin dengan kemampuannya, dia akan selalu minta ijin seperti itu. Padahal saya sendiri tidak pernah menuntut dia untuk mendapat nilai tertinggi, atau semacamnya. Saya selalu berpesan untuk melakukan yang terbaik, dan memasrahkan diri pada hasil akhirnya. Soalnya kalau tidak dipesan seperti itu, dia suka stress sendiri.

Nan yang ulet dan tekun dalam belajar ini termasuk perfeksionis. Jadi kalau tidak tercapai yang dia harapkan, biasanya dia yang uring-uringan sendiri. Sementara saya? Hanya bisa berkata, “ya sudah, kan sudah melakukan yang terbaik.”

Kembali ke persoalan olimpiade, dia masuk final saja sudah merupakan prestasi besar bagi saya. Kalah atau menang, kami akan merayakannya dengan makan-makan enak 🙂 Sedap, kan?

Karena bagi saya, dia sudah juara.

Girl_Winning_a_Cup

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s