Lakon Bumil #4: Akibat Tidak Tahu

Niatnya tahun ini saya ingin puasa poll. Mumpung usia kehamilan saya yang memang sudah lumayan tua (8 bulan) dan insya Allah saya merasa siap dan kuat. Dan sebelum Ramadhan ketika saya konsultasikan ke dokter kandungan dan ke bidan, mereka tidak melarang. So, mulai dari hari pertama puasa saya ikut bersantap sahur bersama keluarga, untuk esoknya berpuasa.

Alhamdulillah hari pertama, kedua, dan selanjutnya saya menjalani puasa tanpa keluhan. Tidak merasa lapar dan dahaga. Kekhawatiran saya kalau si bebe dalam kandungan bakal kenapa2 tidak terbukti. Menurut saya. Karena si bebe terasa bergerak terus dan saya pikir itu karena dia sehat dan aktif.

Namun saat memasuki minggu ke empat Ramadhan, saat waktunya periksa kandungan, saya tanyakan ke dokter apakah keaktifan si bebe disebabkan karena saya berpuasa? Betapa terkejutnya saya mendengar jawaban dokter.

“Ibu jangan puasa! Kasian bayinya kelaparan. Dia dapat makan dari mana kalau bukan dari ibu?”

Terus terang saya bingung. Kenapa ibu2 hamil lain bisa berpuasa sementara saya dilarang? Jawabannya saya dapatkan selesai dokter memeriksa

“Jika si bayi dalam keadaan normal, dia akan bergerak sesekali saja. Akan tetapi jika si bayi bergerak sangat aktif, itu tandanya dia kelaparan.”

Waduh!

Kenapa saat saya periksa sebelum Ramadhan tidak dikasih warning? Selama menjalani 3 minggu puasa saya senang saja si bebe bergerak karena saya pikir dia sehat2 saja. Ternyata dia kelaparan?

Bayangkan perasaan bersalah dan berdosa yang saya rasakan. Saya telah membuat anak saya kelaparan di dalam kandungan. What kind of a mom am i?

Tetapi dibalik semua ini saya sekarang jadi mengerti dan ikut berbagi info pada teman2 yang sedang hamil dan menjalani puaaa. Sebaiknya diperiksakan sebelum Ramadhan dan tanya secara detail pasa dokter kandungan anda. Apakah boleh berpuasa? Posisi janin bagaimana? Apakah dia cukup sehat? Apakah berpengaruh pada ketuban atau kadar kekentalan darah? Karena dulu adik saya dilarang berpuasa karena dikhawatirkan darahnya mengental karena kurang minum.

Akibat tidak tahu memang bisa fatal. Untunglah belum terlambat bagi saya sehingga di minggu terakhir saya memutuskan untuk tidak berpuasa.

Semoga bumil dimana pun berada dapat mengambil hikmah dari tulisan ini.

Salam kompak sesama bumil 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s