Lakon Bumil #5: Kapan Punya Adik?

Akhirnya, setelah menunggu selama 37 minggu, si bebe lahir dengan selamat. Alhamdulillah. Anak lelaki pertama yang saya tunggu-tunggu ini saya beri nama Arham Habeel Tsabit, yang artinya (insya Allah bener) Lelaki yang baik hati dan teguh.

Proses melahirkannya juga tidak termasuk sulit, meskipun baru kali ini saya mengalami yang namanya di induksi. Maknyusssss yaa rasanya? :p Dimulai dari jam4 pagi mengalami pecah ketuban tanpa kontraksi, saya dilarikan ke bidan tempat saya memang berencana melahirkan. Di sana diberi infusan induksi, dan jam 8.46 lahirlah Arham.

Saya menyangka selesailah urusan sakit dan nyeri di badan setelah Arham lahir, seperti kakak-kakaknya dulu yang tak meninggalkan rasa sakit setelah proses persalinan selesai. Nyatanya, dua jam setelah itu saya mengalami muntah-muntah hebat, dan berlanjut hingga jam 10 malam. Ditambah rasa sakit pada punggung yang sangat. Tak ada makanan yang masuk karena tiap kali keluar lagi, keluar lagi, dan akhirnya jam 11 malam saya dilarikan ke UGD. Kalo dipikir-dipikir, saya kok lari-larian terus ya?

Di Rumah Sakit, saya diharuskan dirawat, dan mendapat terapi obat. Ternyata, magh saya kambuh dan dinyatakan kronis. Waduh! *tepok jidat* kok bisa? Padahal sebelumnya nggak pernah kambuh. Ternyata memang kalau bumil/buhir (ibu melahirkan) suka mendapat komplikasi penyakit yang aneh-aneh. Ibaratnya bonus lah gitu! 😉

Ya sut, dua hari saya dirawat dan akhirnya bisa pulang kembali. Nah… di sini serunya nih! Baru juga beberapa jam di rumah, saat saudara-saudara datang mengunjungi Arham, pertanyaan yang menjadi momok setiap orang pun muncul.

“Satu lagi nih, masa cuma satu aja anaknya?”

Collage 2014-08-07 10_09_13

My Three Precious Angels

Laaahhh.. pada kemana itu mata ya? Anak saya kan udah tiga. TIGA! Masih disuruh nambah satu lagi, setelah saya mengalami horrornya melahirkan plus bonus penyakit magh pula! O-EM-JI HELLOWW…??!! Tapi saya tetap cool, dan menjawab dengan cantik.

“Kalau lahiran kemaren nggak pake bonus sakit, pasti ini akan menjadi perbincangan yang menarik. Tapi karena satu dan lain hal, maka mari kita bicarakan satu tahun lagi, oke?” **lalu senyum paling indah, padahal menyeringai**

Hadeeehhh… ini orang-orang pada gak nyadar ya kalo ngajuin pertanyaan. Dah gitu, mereka kalo disuruh hamil juga jawabnya pasti OGAH :p Jadi inget saat lebaran kemaren banyak teman-teman yang ‘ngeri’ mengantisipasi acara silaturahim keluarga. Karena buat jomblo pertanyaan yang akan muncul adalah: “Kapan kawin?” atau “Mana gandengannya?” Sementara untuk para moms dengan anak satu (atau dua) pertanyaannya, “Kapan si kakak dikasih adik?” atau “Nggak mau nambah lagi?”

Ada apa dengan masyarakat penuntut ini? Apa mereka akan berhenti mengajukan pertanyaan kalau kita sodorin proposal perawatan anak pada mereka? Jadi pas mereka tanya, sodorin sebundel berkas, “Silahkan dipelajari, ini biaya satu anak sampai mereka kuliah. Jika bersedia jadi donatur, maka saya akan hamil!”

Mantap 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s