Akibat Bosan

Sebulan sudah saya berada di rumah saja untuk menikmati cuti melahirkan yang diberikan tiga bulan. Masih ada dua bulan dan saya sudah merasa bosan di rumah. Bukan bosan mengurus si baby, bukan! Tapi terkurung di rumah, tidak bisa kemana-mana (karena semua orang bilang: belum 40 hari, gak boleh pergi!) jadilah saya menciptakan kegiatan sendiri.

Mulai dari masak makanan untuk keluarga, ya menu standar sih, bukan yang kayak chef table gitu juga. Trus nulis untuk blog, ngirim tulisan untuk lomba menulis, ngedit naskah, lanjutin naskah yang terbengkalai, pokoknya diselang kegiatan mengurus popok bayi yang selalu basah, saya berusaha nulis. Termasuk nulis status :p

Tapi setelah sebulan, apa sih yang bisa dilakukan selain nulis dan update sosmed? Tidak ada. So, akhirnya saya melakukan hal ekstrim yang… well, harus dilakukan juga sih sooner or later. Tadinya saya menunda nanti-nanti saja, tapi karena hari ini saya sudah super bosen, saya ambillah cukuran rambut dan membotaki kepala baby Arham yang sedang tertidur pulas setelah saya beri susu.

Dulu, dua anak perempuan saya juga saya yang membotaki. So, nggak ada bedanya kan dengan yang sekarang? Pelan-pelan saya cukur rambutnya yang masih halus itu, dan sekitar satu jam kemudian, Arham pun berubah penampilan dari si jabrik, menjadi little shaolin.

Arham

*tarik napas*

Hari ini bisa botakin Arham. Besok-besok kalau kebosanan melanda lagi, kira-kira suami mau dibotakin gak ya?

Advertisements

4 thoughts on “Akibat Bosan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s