Trickynya Punya Gadis

Memang benar kalau ada yang bilang jadi orang tua itu nggak ada sekolahannya. Semua serba trial and error. Kalau nggak coba-coba, ya salah melulu :p 14 tahun jadi emak nggak bikin saya otomatis jadi pintar. Ada saja hal baru yang bikin kaget dari kelakuan para buntuts.

image

Buntut paling besar sudah kelas 9. Bayangkan betapa sulitnya ngobrol sama dia. Moodnya berganti setiap menit. Ditanya baik-baik, kalau lagi nggak mood ya jangan harap dapet jawaban enak. Masih mending dijawab, seringnya didiemin. Gemes kan? Jadi saya belajar membaca cuaca saat mau ngobrol sama dia. Kalo kelihatan cuaca mendung, ya mending diemin aja dulu kalo nggak mau dicuekin. Nanti juga cerita sendiri kalo sudah mood. Ditanya-tanya biasanya malah tambah malas dia bicara.

Belum lagi kalau dimintai tolong. Ugh rasanya mo darah tinggi denger jawabannya yang dengan enteng bilang, “nggak mau.” Jaman saya kecil, mana berani ngomong gitu. Sekali ucap ‘ah’ aja langsung kena sundulan sayang, irisan tipis, sikat miring! Dinasehatin nyahut saja langsung *keplak!* marah ngambek lalu masuk kamar banting pintu pasti bakal *keplak!* Memang ternyata didikan keras menghasilkan generasi yang hormat pada orang yang lebih tua. Coba liat anak jaman sekarang? Diomelin dikit kita dibilang kejam, nggak sayang anak. Dipukul bisa-bisa pada kabur kali? Trus lapor polisi, bawa komnas anak, minta perlindungan dari KPAI? Hadeehh cape dehh…

Apalagi tivi2 menayangkan banyak contoh artis yang kabur dari rumah, melaporkan orangtuanya ke polisi karena malpraktek dalam urusan mengurus anak. Saya mah dulu boro-boro laporin ortu. Liat polisi aja gemeteran! Karena waktu kecil kalo nggak mau makan, bakal dipanggilin polisi. Gimana imej polisi bisa bagus di mata saya, coba?

Nah, jadi kalo ngurus anak nggak ada sekolahannya, ortu mesti gimana dong?

image

Itulah pentingnya belajar. Allah juga menurunkan ayat pertama ke Rasulullah “iqro!” yang artinya “bacalah!” tuh! Kita kudu banyak baca. Baca buku, baca berita di internet, koran, majalah. Baca keadaan di sekitar kita. Pokoknya non-stop study. Bukankah di atas langit ada langit lagi? Itu artinya, meskipun jadi ortu gak ada sekolahnya, masih ada orang yang lebih pintar dari kita. Dan kita bisa belajar dari mereka.

Even though they practice the trial and error too, at least we could choose which one fits our needs best 😉

Advertisements

2 thoughts on “Trickynya Punya Gadis

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s