Stupid Question

image

Bertanyalah!

Apakah ada yang namanya pertanyaan bodoh? Bukankah semua pertanyaan mengandung rasa penasaran orang yang bertanya, dan bukankah orang yang bertanya berarti orang yang sedang belajar? Dan selama orang masih mau belajar, itu tanda-tanda orang cerdas! Iya, kan? Setuju, kan?

Anyway, tapi pernah denger gak orang mengajukan pertanyaan yang terdengar ‘sepele’ cenderung ‘bodoh’? Kadang sulit dibedakan apakah dia bercanda atau serius, karena melontarkan pertanyaan tersebut. Namun terlepas dari itu, jika pertanyaannya bikin pengen ketawa, coba deh tahan dulu dan analisa. Ya nggak perlu sampe berhari-hari juga sih nganalisanya. Cukup sedetik-dua detik aja. Lalu, jawab! Jawab saja pertanyaan itu. Sebodoh apapun, sekonyol apapun.

Saya sering melihat orang menertawakan  bahkan mencemooh pertanyaan sepele. Padahal sesepele apapun, orang butuh jawaban, bukan cemoohan. Itu kan hanya membuat si penanya kapok. Kalau orang berhenti belajar karena malu mengajukan pertanyaan sepele gara-gara kita, hayo lhooooo… Tanggung jawaaaabbb…!

Kadang kita nggak tau situasi apa yang sedang dihadapi si penanya sehingga dia bisa bertanya hal sepele, maka dari itu jangan sepelekan masalah sepele. Saya sendiri nih, sejak dulu nggak suka kalau pertanyaan saya ditertawakan orang. Bagi saya, proses belajar ya melalui banyak bertanya. Makanya saya tidak mau melakukan itu. Sesepele apapun pertanyaannya, saya akan jawab. Masalah nantinya saya share di sosmed, ya itu hal lain :p Contoh nih pertanyaan yang pernah diajukan asisten saya saat semua sedang membahas instagram bu Ani Yudhoyono & jawaban bu Ani menggunakan kata yang aneh di telinganya.

“Miss, tustel apaan?”

Sepele kan? Tapi saya maklum, karena dia kelahiran tahun 90-an yang nggak mengalami istilah itu. Dia taunya kamera. Nggak salah kan pertanyaannya?

Trus kenapa saya menulis ini? Karena saya baru saja mengalaminya *hiks* dan pertanyaan saya dijadikan senjata makan tuan jika sedang membanggakan almamater. Jadi sebelumnya, saya mau minta maaf pada almamater dan segenap civitas akademika, karena saya sudah khilaf mengajukan pertanyaan bodoh ini. Saat itu saya benar-benar sedang nge-blank, dan pertanyaan itu meluncur begitu saja. Sumpah, sedetik setelah pertanyaan itu keluar saya menyesalinya. Suwer!

image

Ini Ayam. Ini Telor Ayam.

Jadi waktu itu saya lagi jalan sama hubby. Saya melihat anak2 ayam tidur dibawah induknya. Yah, pemandangan biasa sih, anak hewan lain juga melakukan hal yang sama. Gak masalah. Tapiii… Yang jadi masalah adalah saat melihat anak2 ayam beserta induknya yang lagi leyeh-leyeh, dan melihat paruh2 kecil mereka yang menempel ke tubuh induknya, saya bertanya pada hubby.

“Itu anak ayam nyusunya gimana ya? Paruhnya kan tajem gitu?”

Sedetik, dua detik, tiga detik tak terdengar jawaban dari hubby. Rupanya dia sedang mencerna. Detik kemudian meledaklah tawanya dengan suara yang cetar membahana.

“Ayam nyusu? Ha-ha kamu lulusan mana, beb?”

Siyaaalll…! Kenapa sih dia nggak berhati besar dan menganggap saya sedang melatih dia kalau2 nanti anaknya bertanya? Karena saya tiba2 udah tau jawabannya. Tapi kan kata yg udah terucap gak bisa di-undo, ya? 😦 Jadilah kalau saya mulai membanggakan kecerdasan saya, dia akan langsung bertanya, “Ya udah, jadi ayam gimana itu nyusunya?”

*hadeehhh* ayam memang bagusnya dimakan aja ya, karena mereka selalu menimbulkan masalah. Dulu orang nanya mana duluan ayam apa telor, sekarang ini. *sigh*

Berdoa supaya dia amnesia, apakah ide yang baik?

Advertisements

2 thoughts on “Stupid Question

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s