Lakon Librarian #11: Storytelling (Bonbon si Hidung Tomat)

IMG-20141110-WA0010

Storrytelling

Di sekolah Mentari, saya mengajarkan kelas perpustakaan untuk siswa kelas 1 – 6. Di kelas tersebut saya mengajarkan berbagai hal tentang perpustakaan. Mengenai kelas ini akan saya tuliskan di postingan lain. Saat ini saya ingin berbagi tentang story telling.

Storytelling saya bacakan hanya untuk siswa kelas 1 & 2, saat mereka datang untuk kelas perpustakaan, atau saat akan meminjam buku. Cerita yang saya bacakan untuk mereka berganti-ganti tiap minggunya sesuai dengan bersama kelas mana mereka datang. Misal, minggu pertama mereka datang saat pelajaran English, saya akan membacakan cerita in English.

Nah, minggu ini kebetulan jadwal datang saat pelajaran bahasa Indonesia. Maka saya pun membacakan buku cerita berbahasa Indonesia. Buku yang saya pilih adalah Bonbon si Hidung Tomat, yang ditulis oleh kawan saya Lia Herliana.

Buku ini langsung menarik perhatian siswa kelas 1 karena gambarnya yang lucu. Apalagi saat saya bacakan saat ketua Badut memberi Bonbon hidung merah, dan betapa Bonbon sedih lalu memencet hidungnya. Ketika saya mengucap “Nit Not! Nit Not!” Mereka tertawa.

Sesi tanya jawab

Sesi tanya jawab

Lalu pertanyaan lucu mulai bermunculan.

“Miss, itu hidungnya kan nggak bisa lepas. Dia bisa napas, nggak?”

“Miss, itu hidungnya kok bisa bunyi?”

Hehehe… namanya juga anak-anak ya, dijawab aja deh sebisanya. Yang repot kalau mereka masing-masing udah mulai cerita pengalaman ketemu badut. Bisa habis satu jam pelajaran buat dengerin kisah mereka semua 🙂 Selesai dibacakan dua cerita (sengaja biar mereka penasaran) betul saja dugaan saya, mereka meminjam untuk membaca sendiri cerita yang lainnya.

Baca Bonbon bareng

Baca Bonbon bareng

Kegiatan storytelling ini memang dirutinkan, dengan tujuan siswa mendapat pengalaman dibacakan buku dari berbagai jenis cerita. Jika ada siswa yang tidak pernah dibacakan cerita di rumah, paling tidak pengalaman itu dirasakannya saat bersekolah di sini.

Bukankah setiap anak memiliki hak untuk menjalani masa kecilnya dengan penuh imajinasi?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s