Lakon Mak Biker #14: Pengendara Muda

pic.credit: bonsaibiker.com

pic.credit: bonsaibiker.com

Saya mengendarai motor setiap hari untuk berangkat ke kantor. Di jalan, banyak saya temui pengendara muda yang masih berseragam sekolah (SMA, SMP, bahkan kadang SD) yang mengendarai motor ke sekolah. Saya saja yang kalau mau nyalip mobil di depan saya mikirnya berkali-kali, seorang anak gadis berseragam pramuka dengan santainya menyalip saya DAN mobil di depan. Padahal dari arah berlawanan ada mobil juga. Dan itu di jalan yang sempit.

Duh, jantung saya yang rasanya mau copot ngeliatnya. Belum lagi kalau lihat anak kecil bawa motor sambil mainin HP. Ini sebenarnya fenomena yang sudah lama terjadi dan selalu jadi perbincangan di semua kalangan. Di internet sudah banyak yang menuliskan tentang hal ini, bahkan di televisi sudah sering ditayangkan berita yang menyorot kejadian anak artis or pejabat yang menabrak.

Pengendara muda ini sebenarnya belum pantas bawa kendaraan ke jalan raya. Sebab:

1. Mereka belum punya perhitungan yang matang.

2. Darah muda mereka masih gampang tersulut.

3. Mereka belum cukup kuat menopang atau mengendalikan motor jika terjadi sesuatu.

4. Masih senang bercanda, bahkan di atas motor.

Meski pun tak bisa dipungkiri, kita orang dewasa juga kadang masuk dalam salah satu atau semua hal di atas. Oleh karenanya, please para orang tua, berpikirlah berulang kali jika ingin memberikan kendaraan pada anak-anak. Mungkin niatnya irit ongkos atau apa. Tapi kalau taruhannya nyawa mereka, apa ikhlas?

pic.credit: roda2blog.com

pic.credit: roda2blog.com

Semalam saya mendengar (lagi) kabar tentang anak kecil yang kecelakaan. Lokasi kejadian di BSD, dan yang mengendarai motor anak SD kelas 4. Entah bagaimana kejadian detailnya, hasil akhirnya adalah anak tersebut kepalanya tergilas truk. Kalau sudah demikian, bagaimana perasaan orang tuanya? Menyesal? TELAT!

Saya pernah menyuruh anak saya untuk membeli sesuatu yang tokonya terletak di luar kompleks perumahan. Selama ini saya mengijinkannya membawa motor hanya di dalam kompleks saja. Saat itu anak saya menjawab, “Nggak berani bun ke jalan raya, takut.”

Trus saya bilang, “Kalau nggak belajar, kapan beraninya?”

Eh, jawaban dia malah seperti menonjok saya. Dia bilang begini, “Harusnya bunda seneng dong kakak nggak berani bawa motor ke jalan raya. Kan bahaya, bun. Kalo kakak kenapa-napa, gimana?”

*NJLEB*

Bener juga. Jadi ingat adik saya pernah bercerita kalau temannya menyesal habis-habisan karena membiarkan anak perempuannya membawa motor ke sekolah karena dia tidak bisa mengantarnya. Itu pertama kalinya si anak bawa ke jalan raya, dan kecelakaan! Anak tersebut dirawat, untungnya tidak parah. Tetapi wajahnya kena aspal.

“Duh, gimana ini anak gue mukanya nggak mulus lagi. Mana anak perempuan.”

*tarik napas*

Itulah kenapa selalu dikatakan penyesalan datang belakangan. Supaya tidak menyesal. Yuk ah, pikirkan lagi kalau mau memberikan kesenangan untuk anak. Karena jika kesenangan berujung maut, yang menyesal ya orang tua juga, kan?

Advertisements

12 thoughts on “Lakon Mak Biker #14: Pengendara Muda

  1. Semenjak anak belum lahir saya dan suami udah bahas serius soal ini. Kami bertekad untuk gak akan mempermudah anak punya kendaraan. Kalo mau kendaraan, dia harus ikhtiar dulu, misalnya dengan prestasi, lalu seteng-seteng uangnya sama ortunya (walopun misalnya kami sebagai ortu mampu membiayai motor dia full), dsb. Lalu komitmen soal pengurusan kendaraan full oleh anak, kalo bahan bakar habis, pajak motor sudah waktunya, dsb dia harus bayar sendiri. Ini tentu ketika dia sudah usia boleh memiliki izin mengemudi. Kami gak mau mengajarkan dia cara2 curang untuk mendapatkan izin mengemudi.

    Gemes banget soalnya liat anak-anak kecil di jalanan gak bener bawa motornya >_<

    Like

  2. Mak, saya paling gregetan kalo anak di bawah umur sudah dikasih bawa motor sama ortunya. Karena gak dibenerkan apapun alasannya anak segitu dah dikasih bawa motor walaupun cuma jarak dekat. Karena kalo sudah sekali dikasih jalan, anak akan cari seribu alasan biar dibolehkan bawa motor lagi.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s