Instagram : Menyalurkan Hobi Sambil Belajar

Instagram-logo-005

Instagram

Tentu sudah banyak yang tahu kan apa itu Instagram? Aplikasi untuk memposting foto-foto yang kita abadikan. Awalnya saya membuat akun instagram karena melihat teman-teman membagi postingan Instagramnya lewat sosmed mereka. Saya pun tertarik dan membaca tentang apa sih sebenarnya Instagram ini. Trus bikin akunnya deh!

Lalu saya pun coba-coba posting foto dan eh, ternyata bisa diedit dengan sangat mudah! Gambarnya mau dibuat hitam-putih, dibuat terang, dibuat gelap, pokoknya pilihannya banyak! Saya pikir, nggak perlu jago moto nih, sudah bisa upload foto kece. Dengan hepi saya pun jeprat-jepret momen yang menurut saya pantas diabadikan, dan posting di Instagram. Namun setelah beberapa bulan saya pun bosan dan membiarkan akun Instagram saya begitu saja.

Digrid @9vaga_dailytheme9, tema: blue and yellow

Digrid @9vaga_dailytheme9, tema: blue and yellow.

Saat libur sekolah kemarin, di rumah saya mulai membuka-buka lagi, dan melihat hashtag di salah satu foto teman: #uploadkompakan. Wah, apaan nih? Kalau dari namanya sih, saya pikir ini tentang upload foto dengan tema yang sama. Saya pun tertarik dan request untuk join karena akunnya private. Menunggu sekitar semingguan baru disetujui.

Ternyata akun ini banyak banget followernya, dan serunya, setiap hari ada tema baru untuk di posting bersama. Untuk tiap tema ada hashtag khusus yang memungkinkan saya untuk melihat-lihat tema tertentu. Wow! Hasilnya keren-keren banget! Mindset saya yang tadinya mikir Instagram isinya foto selfie orang semua, jadi berubah. Yang upload foto untuk uploadkompakan ini justru nggak pake selfie, malah anggota tubuh yang boleh kefoto hanya jari doang! Saya pikir, “yah, ini mah yang ikutan udah profesional semua. Pegangannya pasti kalo nggak SLR, DSLR, pokoknya kamera LR-LR itu lah!” Saya nyoba ikutan tapi hasilnya jauuhhhh banget dari para senior di sana.

**minder**

Setiap sore, admin @UploadKompakan akan memilih foto yang paling bagus dan akan digrid. Yang digrid fotonya kece-kece badai bangeettt! Nggak heran deh kalau mereka kepilih.

**tambah minder**

Rubik

Rubik

Tapi saya tetap ikut berpartisipasi, sebab saya pikir ini kan cuma buat fun doang. Kenapa pake minder kalau nggak kepilih? Jadilah saya terus meningkatkan kemampuan jeprat-jepret saya. Belajar dari para kompakers yang ke-grid, saya pun mulai memperbaiki teknik pengambilan gambar. Dan hasilnya, meski pun belum pernah kena grid @UploadKompakan, jepretan saya mulai lumayan laahh..

Kalau dulu setelah jepret foto, pilih editing dari Instagram, posting. Sekarang saya punya aplikasi lain untuk mengedit foto, membubuhkan watermark, lalu edit lagi, baru diposting. Jadi langkah-langkahnya lebih panjang. Tapi untuk hasil maksimal, why not? Ya nggak? Biar pun Instagram cuma untuk hobi aja, tapi mendapat apresiasi dari pengguna Instagram lainnya, seneng banget lho!

Foto saya yang biasanya cuma di-like 2-3 orang, sejak ikutan @UploadKompakan, bisa di-like bahkan sampai ratusan. Hehehe, prestasi! Trus follower yang tadinya cuma hitungan jari, sekarang nambah tanpa harus minta “follbacknya kaka” karena mereka melihat hasil jepretan yang mereka suka di galeri saya. Seneng? YA PASTILAH!

Ikutan foto challenge yang diadakan Teh Tong Tji

Ikutan foto challenge yang diadakan Teh Tong Tji

Untuk menambah kemampuan jeprat-jepret foto, saya mulai merambah ke akun-akun yang memberi challenge foto setiap hari. Dengan tema yang berbeda, saya nekat aja ikutan. Dan nggak sia-sia, beberapa foto saya ada yang kena grid, terpilih menjadi foto-of-the-day gitu deh. Nggak, nggak ada hadiahnya. Cuma kenyataan bahwa foto saya terpilih aja udah bikin saya senang 🙂

Lalu ada lagi akun-akun yang mengadakan lomba foto dan giveaway. Kalau ini ada hadiahnya.. Wah, kedoyanan saya ini mah! Saya mulai ikutan lomba-lomba dan giveaway yang mereka adakan. Biasanya mereka memberi syarat harus follow akun mereka, men-tag mereka dalam foto, menuliskan hashtag tertentu, dan mengajak beberapa teman untuk ikutan giveaway mereka. Ada juga yang giveawaynya memakai sistem acak dalam pemilihan pemenang, jadi yang harus dilakukan peserta adalah me-repost gambar dari akun mereka. Nah, ini juga pelajaran baru. Bagaimana sih me-repost instagram? Ada juga aplikasinya ternyata.

Digrid @dotsy_pic, tema: red and white

Digrid @dotsy_pic, tema: red and white

Instagram selain menyalurkan hobi motret amatiran saya, juga menjadi ajang belajar bagi saya. Saya yang tadinya asal ngambil foto, sekarang liat anglenya dulu saat motret, edit yang keren, kalau perlu fotonya macro biar jelas detailnya, baru deh pajang. Seneng lho. Ayo yang belum punya akun Instagram, bikin yuk. Kalau sudah punya, monggo mampir ke akun saya di: @sylnamira.

Advertisements

One thought on “Instagram : Menyalurkan Hobi Sambil Belajar

  1. Pingback: Instagram: suka, atau butuh? | Melakoni Hidup

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s