Pekerjaan Orang Tua

Tak ingin men-judge siapapun, tak ingin menghakimi siapapun, tulisan ini hanya sekedar sharing. Berbagi apa yang saya lihat dan dengar.

Di kelas 1, sedang ada pelajaran tentang pekerjaan orang tua. Karena lazimnya di masyarakat kita yang bekerja kan ayah ya? Pencari nafkah, gitu loh.. Hehehe meski pun kenyataannya berbeda di lapangan. Anyway, masing-masing anak mendapat tugas mengumpulkan informasi tentang pekerjaan ayah mereka, dan mempresentasikan di depan kelas.

karir2Guru: Ayo Joe (nama samaran, tentu saja!) peragakan pekerjaan ayahmu di depan kelas.

Joe: *tiba-tiba menangis kencang*

Guru kebingungan dan berusaha mendiamkan Joe. Setelah tangisan Joe reda, guru bertanya mengapa dia menangis.

Joe: *sesenggukan* Ayahku di rumah saja, kerjanya hanya nonton tv.

Guru: Mungkin ayah kamu kerjanya malam, jadi siangnya istirahat. *berusaha menenangkan*

Joe: Enggak bu, ayahku dari pagi sampai malam duduk aja nonton tv! *sepertinya dia mulai emosi*

**tarik napas**

Sebenernya ini kejadian bisa dibilang lucu ya. Anak-anak kan hanya menilai dari apa yang mereka lihat saja. Bisa saja ayahnya kerjanya shift, atau sedang libur sebulan karena kerjanya di luar kota. Sementara anak-anak kan tidak bisa mengungkapkan apa yang mereka ingin tanyakan.

Tapi kalau kasus Joe sih, ayahnya memang kaya keturunan, jadi mungkin tidak perlu bekerja pun uang yang bekerja untuknya. Joe saja yang tidak menyadari betapa enaknya menjadi anak orang kaya :p

Job

Nah, beda lagi dengan kasus di sebuah keluarga. Ayahnya memang tidak bekerja. Namun berbeda dengan ayahnya Joe yang sudah kaya sejak lahir, ayah si Dudu (iya, nama samaran!) bukan orang yang punya. Istrinya adalah seorang guru SMP yang setiap hari menempuh +/- 2 jam perjalanan untuk bisa sampai di sekolah tempatnya mengajar. Itu baru berangkat lho, pulang +/- 2 jam lagi. Pikirkan stresnya kena macet, sementara sampai rumah berantakan, anak nggak keurus. Mau berhenti kerja, duit buat makan dari mana?

Anak mereka sejak kecil melihat ayahnya hanya duduk saja menonton tv seperti ayahnya Joe. Tapi yang ini beneran seperti benalu. Kerja nggak, kaya juga nggak. Yang ada menghabiskan uang istrinya untuk membeli rokok. Uang jajan anaknya pun kadang diminta untuk beli rokok. No help in the house, not even wash his wife’s motorcycle, thank you!

Suatu hari, Dudu berkata pada ayahnya, “Ayah, bikinin susu! Ayah kan di rumah nggak ngapa-ngapain!”

*tarik napas lagi*

Sebaiknya saya sudahi saja postingan ini, sebelum jiwa feminis saya muncul 😀 Selamat jelang akhir pekan!

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s