Kesan di Hati Orang Lain

appreciation1Pernahkah kita diam sejenak dan berpikir, “apakah hidup kita berarti bagi orang lain? Sudahkah kita meninggalkan kesan di hati orang2 di sekitar kita?”

Pertanyaan itu kerap kali muncul dalam diri saya terutama saat melihat bendera kuning. Saya akan bertanya dalam hati, “apakah nanti ada yang melayat kalau saya meninggal? Apakah nanti ada yang sedih saat saya pergi? Apakah ada yang ingat untuk mendoakan saya?”

So, sekali lagi, kesan apa yang saya tinggalkan nanti pada orang-orang di sekitar saya?

Saat akhir tahun kemarin, jelang liburan Desember, seperti biasa kami guru dan staf dikumpulkan dalam satu ruangan, untuk merayakan pesta akhir tahun. Yang menjadi tidak biasa adalah games yang dibuat oleh sang koordinator kurikulum.

appreciation2Beliau membagikan 3 carik kertas dalam amplop kecil yang masing-masing bertuliskan: “I thank You…” “I’m sorry for…” dan “You inspire me because…”

Kami diharuskan menulis di tiga kertas tersebut, dan memberikannya pada 3 orang yang kita ingin berikan. Saya menuliskan “I thank you…” untuk asisten saya, karena dia sudah membantu dalam meringankan pekerjaan saya di library.

Kemudian saya memberikan kertas “I’m sorry for…” pada salah seorang teman yang sering banget saya ledekin. Saya meminta maaf dan menjelaskan bahwa selama ini meledek dia bukan karena benci, melainkan karena saya senang tertawa bersamanya. Sungguh, orangnya memang berisik, tapi gada dia kurang rame aja gitu :p

appreciation5Lalu terakhir kertas “You inspire me because…” saya berikan ke salah satu teman baik saya di kantor ini. Dia menginspirasi saya karena dia ini nggak pernah (sekali lagi NGGAK PERNAH) terlihat bete. Meski pun lagi bete, dia tetap menemukan hal positif untuk ditertawakan. Wajahnya selalu ceria, dan dari mulutnya selalu keluar cerita-cerita lucu dan jauh dari kata mengeluh. I love her for that!

Nah, setelah membagikan kertas-kertas itu, saya pun duduk manis sambil dag-dig-dug. Karena saya merasa tidak memberikan kesan apa pun pada siapa pun. Tapi ternyata, satu persatu teman-teman datang dan memberikan kertas-kertas berwarna cerah ini pada saya. Terharu, saya membacanya perlahan-lahan.

appreciation4

Oh My! Ini bener-bener menginspirasi saya untuk selalu berbuat yang terbaik dan meninggalkan kesan yang paling baik kalau saya ingin dikenang saat saya sudah tidak ada lagi di dunia ini.

So, bagaimana kita ingin dikenang?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s