Olahraga = Me Time

Merasa badan melar setelah melahirkan? Merasa berat membawa body yang seperti diganduli lemak berton-ton? Kenapa bingung? Olah raga dong? Nggak ada waktu buat olah raga? Ya sudah, enjoy saja kalau gitu. Jangan komplen kalau berat badan bertambah terus karena kurang gerak dan malas berolah raga.

Tahukah anda kalau olah raga itu selain membuat badan sehat, juga membuat seseorang merasa gembira? Yap! Karena dengan berolah raga, tubuh kita mengeluarkan cairan endorphin yang membuat kita bahagia. Selain itu, kita juga akan senang manakala body kita kembali fit, kan? Kita pun merasa percaya diri, dan lebih mantap menjalani hidup.

CFD

image credit: kabarbanyuwangi.info

Satu lagi, kita perlu sehat untuk anak kita, kan? So, nunggu apa lagi? Enggak perlu deh ke tempat senam, fitness, aerobik, atau yoga yang mihil dan malah pakai waiting list. Cari aja tuh rombongan ibu-ibu yang berkumpul di depan toko, pasmod, atau perumahan-perumahan dan senam bersama. Murmer, seru lagi! Cuma bayar ala kadarnya, saat instruktur ngedarin kotak buat kolekan duit. Yah masa sih 5rb-10rb nggak ada? Buat beli bakso ada :p

Kadang ibu-ibu suka merasa bersalah kalau meninggalkan anak-anaknya di rumah untuk berolah raga. Seolah menelantarkan anak. Hellooww! Ada bapake, kan? Di sinilah perlunya kerja sama dengan suami. Saya dan paksu menyiasatinya dengan pergi rame-rame untuk berolah raga. Saya ikutan sama ibu-ibu senam di depan perumahan, sementara paksu lari-lari kecil di sekitar situ sambil gendong si baby.

Kalau suami nggak mau ikutan olah raga, ya nasibnya deh jaga anak di rumah. Ibu-ibu jangan merasa bersalah meninggalkan baby/anaknya. Semua orang kadang perlu waktu untuk diri sendiri. Olah raga juga bisa dianggap Me Time, lho. Bukan cuma ngopi cantik atau arisan bareng teman. Dan positifnya, olah raga tidak menghabiskan waktu seharian. Beda sama Me Time sambil kongkow bareng teman.

Jika memaksakan diri di rumah terus karena kasian sama anak atau takut diomongin orang karena ninggalin bayi pas libur kerja, justru hasilnya akan buruk. Kita sebel karena body makin melar, sebel sama suami yang nggak mau kerja sama, sebel juga sama anak karena dianggap jadi pengekang langkah kita untuk bahagia. Sebel sama tetangga yang doyan ngurusin urusan orang. Sebel! Sebel!

sportJangan ya bu. Kalau itu terjadi, rumah bukan jadi surga lagi, malah jadi neraka. Masing-masing keluarga memiliki aturan main sendiri yang tidak bisa disamakan/dibandingkan dengan orang lain. So, siapa lagi yang lebih cucok untuk diajak diskusi dalam merancang aturan main dalam rumah kita? Ya partner kita, kan?

Masukkan kegiatan olah raga sebagai bagian dari gaya hidup kita, dan insya Allah, dengan badan yang sehat dan pikiran sehat, keluarga pun jadi lebih harmonis.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s