Dream Job?

Tentu saja saya punya pekerjaan impian. Jujur, pekerjaan yang saya geluti sekarang ini tidak saya cita-citakan sejak kecil. Waktu kecil saya ingin jadi dokter, lalu ganti jadi guru, lalu ganti lagi jadi polisi. Yah, namanya juga bocah, masih labil :p Setelah kuliah, lebih tepatnya kecebur, di jurusan ilmu perpustakaan, saya pun lulus dan menjadi pustakawan.

Apakah menjadi pustakawan itu pekerjaan impian saya?

Di awal-awal bekerja di perpustakaan, menerapkan ilmu yang saya pelajari di kampus, melakukan hal yang saya bisa, saya berpikir bahwa YA, INILAH pekerjaan impian saya. Rasanya saya tidak bisa kerja lain selain di perpustakaan. Oke, memang di samping bekerja sebagai pustakawan saya juga menulis dan berhasil meloloskan beberapa naskah ke penerbit, namun ketika melihat ibu saya yang mahir membuat kue, menjahit, bahkan merias wajah ala salon dan menghasilkan uang dari itu semua, saya berpikir bahwa saya tidak memiliki keahlian-keahlian itu.

Saya cuma tau bagaimana menjadi pustakawan (dan penulis di waktu luang, karena memang membutuhkan waktu khusus untuk menulis, dan itu yang saya tidak punya) dan seandainya saya disuruh melakukan hal lain selain menjadi pustakawan, saya pasti bingung. Menjadi penulis full-time, saya nggak yakin. Soalnya penulis best-seller sudah bejibun di luar sana.

dreamjob1Saya menjadi pustakawan di sekolah sejak lulus kuliah hingga sekarang. Pertama di SMP, lalu sekarang di SD. Saya belum pernah menjadi pustakawan di perusahaan minyak, di firma hukum, atau di lembaga penelitian. Pustakawan itu luas pekerjaannya, tidak hanya menjaga buku, memberikan label, atau merapikannya di rak. Tapi pustakawan itu adalah sumber informasi, resourceful dalam arti mampu menjawab pertanyaan yang diajukan pemakai perpustakaan, atau paling tidak memberikan referensi agar si pemakai tidak terlalu kehilangan arah saat mencari informasi di perpustakaan.

Menyenangkan?

TENTU SAJA! Kepuasan tersendiri saat pemakai mendapatkan apa yang mereka dicari. Apalagi kalau ada pemakai yang datang dan meminta rekomendasi bacaan untuk mereka. Dengan senang hati saya akan melayani mereka, bertanya buku apa saja yang sudah mereka baca selama ini, genre apa yang mereka sukai, lalu merekomendasikan beberapa bacaan sesuai minat mereka, ATAU memberikan saran untuk membaca genre lain yang menarik. Dengan begitu, pemakai tidak hanya membaca satu jenis bacaan saja. Misal, suka novel misteri, bolehlah dianjurkan juga untuk membaca novel sejarah, misalnya, atau biografi. Hal itu akan memperkaya wawasan mereka. And that’s good, right?

So, balik ke pertanyaan awal. Is this REALLY your dream job? Kalau ditanya sekarang, saya akan jawab: BELUM.

Kenapa? Apa sih yang saya cari? Di usia yang sudah matang ini *tsaahh, gak mo ngaku tua*, apa masih mau ganti pekerjaan? HELLOOWW! Di luaran sana banyak lho fresh graduate librarian yang masih semangat, memiliki ide segar, dan yang pastinya masih bisa ‘dibentuk’ oleh lembaga yang mempekerjakan mereka. Yakin, perusahaan, atau sekolah atau institusi-institusi itu mau menerima saya?

dreamjob

Tapi ini impian saya! Sah-sah saja kan, punya mimpi?

Impian saya masih seputaran pustakawan dan dunianya. Saya ingin bekerja di perpustakaan pusat UI. Kembali ke kampus, mengabdi pada almamater, pensiun di sana. Itu lah impian saya. Kerja apa saja deh! Nggak harus jadi pustakawannya kok. Saya cukup sadar diri, kalau itu jatah dosen-dosen saya, he-he. Jadi data entry, atau bagian pelayanan pemakai, bagian apa pun boleh. Yang penting saya bekerja di sana, dan pensiun di sana. That’s my dream.

Jantung saya sempat melonjak ketika seorang teman memposting lowongan kerja di perpustakaan pusat UI, dengan beberapa posisi. ASLI! Saya langsung menjerit kesenangan, sehingga membuat heboh teman-teman yang sedang makan siang bareng saat itu. Mereka pun langsung menyemangati saya, memberi usul dan saran cara meminta ijin dari kantor untuk mengirim lamaran, dan lain sebagainya. Betapa beruntungnya memiliki teman-teman super baik seperti mereka. Namun saat saya baca kembali dengan seksama, ternyata yang dicari adalah pekerja kontrak saja. Yah, nggak sampai pensiun?!! Kecewanya tuh berasa banget! Tapi, saya tetap menyimpan impian itu.

Who knows? If we want something SO bad. It might come true 😉

**

Postingan ini diikutkan dalam IHB Blog Post Challenge.

Advertisements

2 thoughts on “Dream Job?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s