Muslimah melahirkan

Seorang teman berkebangsaan Filipina yang sedang hamil, bertanya pada saya, “kenapa wanita muslim saat melahirkan tidak terdengar menangis, berteriak atau apa?”

Saya tanya, “kenapa bertanya seperti itu?” Sebab tidak mungkin dia berkunjung ke ruang bersalin sementara kehamilannya baru menginjak lima bulan.

Ternyata, temannya yang sama-sama dari Filipina yang sudah melahirkan duluan, melihat fenomena itu saat melahirkan di Rumah Sakit Premiere Bintaro. Jadi selain dia, saat itu ada beberapa wanita hamil lainnya yang akan melahirkan juga, dan dia lihat mereka berhijab. Saat itu hening, tak ada suara, padahal dia sendiri merasakan sakit yang luar biasa dan rasanya ingin berteriak memaki siapa pun yang ada di sana untuk segera mengeluarkan bayi dalam perutnya.

Namun tentu saja itu tidak dilakukannya, sebab malu dengan wanita-wanita hamil lainnya yang juga sedang menunggu kelahiran buah hati mereka. Jadi lah dia diam saja, menahan sakit sambil meremas tangan pendampingnya kuat-kuat. Berarti membawa energi positif juga ya πŸ™‚

“Why Miss, why didn’t moslem women cry out? They didn’t even make a sound.”

Saya mencoba menjawab semampu saya. Saya pakai bahasa Indonesia aja ya? Soalnya kalau ditulis dalam bahasa Inggris, malu ketauan grammarnya acakadut! πŸ˜€

“Iya miss, kita memang begitu orangnya.” He-he, coba saya bisa jawab gitu yak.

Miss, were you like that also?” tanyanya penasaran.

Yes, miss. Saat sakit karena kontraksi, biasanya kami berdoa.” Saya nggak tahu bahasa Inggrisnya dzikir, jadi pake pray aja.

“Ohhh..” *angguk-angguk*

“Dan kami juga percaya kalau rasa sakit itu menggugurkan dosa, maka kami menerima rasa sakit itu.”

Ohhh.. like that…” *angguk-angguk lagi*

“Lagi pula, kalau teriak-teriak saat kontraksi, itu kan menguras energi, mendingan di simpan saja buat saat harus mengejan. Dan suster juga nggak suka sama orang yang teriak-teriak saat mau melahirkan, miss.”

Ohhh… ok. Now I know why.”

Pasti dia akan cerita ke temannya yang sudah melahirkan itu. Dan semoga dengan info ini, dia juga nggak teriak-teriak nanti di ruang bersalin. Soalnya doi semacam gadis lebay gitu deh, yang kolokannya minta ampun. Meski pun ada juga sih muslimah yang teriak-teriak, jejeritan, memaki-maki saat hendak melahirkan, tapi buat apa diceritain, ya kan? πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s