E-ticket Transjakarta

Sudah lama saya tidak mengarungi Jakarta dengan kendaraan umum. Saya lebih sering bawa motor sendiri ke tempat yang ingin saya tuju. Nah, wiken kemarin saya niat pergi ke Jakarta (duh, berasa tinggal di ndeso kalau bilang pergi ke Jakarta :D) untuk mengunjungi toko buku Gramedia di Matraman.

pic.credit: transjakarta.co.id

pic.credit: transjakarta.co.id

Terus terang, saya nggak tahu jalan. So, saya browsing di internet dengan kata kunci “transjakarta lebak bulus matraman” he-he panjang ya? Tapi ternyata banyak sekali jawaban yang disediakan. Wah, makasih banget deh buat para informan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu namanya.

Anyway, untuk ke Matraman, saya naik Transjakarta dari Lebak bulus, turun di terminal Harmoni. Dari Harmoni, saya pindah ke pintu yang menuju PGC. Nah, di pintu ini banyak transjakarta yang berhenti, jangan asal naik aja ya… tanya dulu ke PGC nggak? Kalau sudah naik transjakarta jurusan PGC, nanti turunnya di terminal Tegalan. Nah, Gramedia Matraman itu letaknya persis di seberangnya. Gampang, kok!

Saya ingin mengomentari tentang beberapa hal di postingan ini, he-he mumpung blog pribadi jadi bebas aja yaaa…

1. Petugas transjakarta

Saya bersyukur banget petugasnya banyak. Saya bisa nanya di mana-mana. Mereka memang bersuara keras dan tegas, namun itu diperlukan untuk mengatur banyaknya penumpang yang ada di terminal (terutama Harmoni) Tapi begitu saya nanya, jawabannya jelas dan cepat. Good job!

pic.credit: jakarta.kompasiana.com

pic.credit: jakarta.kompasiana.com

2. Ruang khusus wanita

Masih ada aja ya cowok yang duduk di sana? Apakah memang sebenarnya deep down, mereka adalah wanita? Who knows? 😉 Tapi untunglah petugas segera mengirimkan ke tempat duduk di belakang. *belajar baca ya, Mas…*

3. Jalur busway

Saya duduk di bangku belakang pengemudi, dan beberapa kali saya lihat kendaraan lain (motor dan mobil) yang masuk ke jalur busway. Rupanya, kecelakaan yang terjadi pada orang lain tidak menjadikan itu pelajaran bagi beberapa pengendara. Mungkin kalau belum menimpa dirinya, itu dianggap mitos. *sigh*

pic.credit: regiosumatera.blogspot.com

pic.credit: regiosumatera.blogspot.com

4. Kartu e-ticket transjakarta

Begitu saya masuk ke terminal untuk membeli tiket, seorang pria dengan semangat memberitahu bahwa untuk naik transjakarta harus menggunakan e-ticket yang bisa dibeli darinya. Memang si sulung pernah bilang kalau naik transjakarta sekarang pakai kartu dan belinya 40rb rupiah. Saya nggak langsung beli, tapi baca dulu pengumuman di loket. Ternyata pakai kartu Flash bisa. Saya pun ngorek-ngorek tas, ops! Kartu Flashnya ketinggalan. Tapi tenang, saya ada kartu member Gramedia yang ada Flashnya. Jadi yah, aman deh 🙂 Isi ulang minimal 20rb, saya dan si sulung pun hanya menghabiskan 14rb untuk pulang-pergi Lebak Bulus-Matraman. Muraaahhh!

pic.credit: core3.oomph.co.id

pic.credit: core3.oomph.co.id

Selama perjalanan itu, saya merasa nyaman karena transjakartanya nggak terlalu ramai. Pun kalau ramai masih bisa ditolerir. Saya pun mengajarkan sulung buat ngasih tempat duduk bagi yang lebih tua. Semoga rasa empati makin terasah dengan sering melakukannya.

Advertisements

2 thoughts on “E-ticket Transjakarta

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s