Menabung? Apa Pentingnya?

Kalau dipikir-pikir, gaji banyak atau sedikit, habis juga ya? Kenapa sih itu bisa terjadi? Kenapa saat kenaikan gaji tiap tahun, sisanya nggak bisa ditabung? Kenapa selalu ada saja kebutuhan yang harus dibayarkan menggunakan uang kenaikan gaji tersebut? Padahal kalau direnungin dalam-dalam *ciyeehh* kenaikan gaji yang berapa persen itu kan mestinya bisa buat ditabung ya? Nyatanya, NO in capital!

Dulu, kata menabung adalah kata yang tidak pernah ada dalam kamus saya. Karena saya menunggu uang sisa untuk ditabung. Tapi namanya uang, mana ada sisanya, ya nggak? Yang ada kurang :p

Suatu hari di siang yang cerah dengan matahari bersinar terang, suara sayup-sayup penyiar radio meninabobokan saya… *ngelantur teruusss…* saya mendengar penyiar radio tersebut memperkenalkan bintang tamunya, seorang pakar keuangan.

Dengan bosan tapi malas ganti channel, saya pun mendengarkan apa yang si pakar ini bicarakan. Ternyata tentang menabung, sodara-sodara! Udah seperti adegan di film aja deh, saat perlu eehh muncul! Tapi percaya atau tidak, ucapan si pakar yang diundang ke acara radio tersebut, hingga sekarang masih terngiang lho di benak saya.

Dia bilang, menabung itu jangan menunggu uang sisa. Tapi masukkan tabungan ke dalam kolom pengeluaran rutin bulanan kita. TUH! Jadi kalau mau nabung jangan nunggu sisa belanja, tapi sisihkan uang belanja, uang nabung, uang spp anak, ongkos, dll. Gituuu…

Trus, masalahnya di mana dong? Kenapa hingga sekarang tabungan saya seolah bocor mulu? Apa perlu aquaproof? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s