Saya Kutu Buku, Kamu?

gerakan-membaca

pic from: psbalhikmah.blogspot.com

Saya adalah kutu buku! Dan saya bangga dengan label itu.

Seorang teman pernah berkata pada saya, “Coba deh, Miss. Lo perhatiin si A. Dia nggak enak diajak ngomong. Pembicaraan berputar sekitar dia aja, dan nggak bisa diajak ngobrol secara luas. Nggak perlu deh ngomongin politik. Ngomongin hal biasa aja, dia nggak enak. Karena dia nggak suka baca buku. Pikirannya jadi sempit.”

Benar sih, si A ini memang pernah minta direkomendasikan buku sama saya, tapi setelah seminggu bukunya dibalikin dan dia mengaku kalau baru baca bab 1, itu pun nggak selesai satu halaman. Saya pikir karena dia nggak suka jenis bukunya, tapi saya rekomendasiin buku lain, dia menolak. Dan sampai sekarang tidak pernah lagi meminjam buku.

“Nah, sekarang miss bandingin sama si B,” lanjut teman saya. “Dia enak kan diajak ngobrol? Karena dia suka baca, miss. Pengetahuannya luas.”

Dan yap! Saya akui pengamatannya benar juga. Si B ini emang kalau diajak ngobrol apa aja, orangnya nyambung. Asik deh pokoknya. Dan obrolannya nggak lokal aja, dia bisa kasih referensi apa pun, karena dia pernah baca di sini, baca di sana, pokoknya keren!

pic from: kdri.co

pic from: kdri.co

Saya pun menyimpulkan, bahwa kalau pingin jadi orang yang enak diajak ngobrol sama orang, saya harus banyak baca. Biar bisa kasih referensi ke orang yang membutuhkan. After all, saya kan pustakawan. Harus resourceful dong… ya kan? Pengalaman boleh aja lokal, tapi pengetahuan kudu global dong.. Itu baru namanya keren! 🙂

Sebagai pustakawan, penulis, dan book blogger, untungnya kegiatan favorit saya adalah membaca. Kenapa saya bilang untungnya? Karena ada teman sesama pustakawan yang nggak suka baca *aneh tapi nyata* Saya berusaha menularkan kesukaan saya tersebut pada orang di sekeliling saya. Keluarga, teman, juga orang yang tidak pernah saya temui, melalui review buku yang saya baca (monggo mampir di Syl’s Reading Corner)

Sampai saat ini, chiclit masih jadi favorit saya. Tapi belakangan saya mulai menyentuh buku-buku berbau thriller, misteri, dan fiksi ilmiah yang ringan. Saya belum berani baca buku yang berat (baik itu kata-katanya, mau pun berat dalam arti sebenarnya, seperti KBBI :p) Selain itu, buku itu obat mati gaya paling ampuh lho! Mau tahu kenapa? Kalau misalnya nih kita janjian sama orang, trus mesti nunggu lama.

Memang main HP bisa sih buat membunuh waktu, tapi lama-lama mata sepet juga kan? Nah, bawa aja buku, baca deh. Dijamin, menunggu jadi nggak membosankan. Keliatan keren pula dari jauh. Siapa tahu kamu bertemu jodohmu saat itu? Etapi gak usah berlebihan trus bawa-bawa KBBI ya, itu mah lebaaayyy! :p

baca itu seru

pic from: iswahyudi779.wordpress.com

Kalau bingung mau baca apa, bisa cari rekomendasi buku dari para pembaca di Goodreads. Di sana, pembaca selain memberikan bintang untuk buku yang mereka baca, juga review lengkap. Jadi tidak perlu bingung mau baca buku apa. Atau ragu mau beli sebuah buku, bisa cari dulu rekomendasinya di Goodreads. Kenalan dengan pembaca di sana, minta rekomendasi, atau download ebook gratis juga bisa! Ayo lah, membaca kan nggak selalu harus beli buku.

Kalau bisa pinjam, kenapa beli, ya nggak? Oleh karena itu, bertemanlah dengan banyak kutu buku 😀

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s