Lakon Librarian #27: Movie Club

Assalamu’alaikum.

image1Sejak tahun ajaran lalu, saya berniat mengadakan kegiatan nonton film di library selama jam makan siang. Idenya sih setelin film pendek berdurasi maks. 15 menit untuk membuat siswa yang datang ke library setelah makan siang agak tenang. Karena biasanya sehabis makan energi mereka bertambah dan akibatnya di library nggak bisa diam meski sudah di sat-sut berjuta kali.

Awal tahun ajaran ini, saya masih belum nemu ide mau setel film apa. Karena film kan biasanya durasinya 2 jam-an, saya nggak mau harus memotong film untuk dilanjutkan keesokan harinya. Keknya basi aja gitu. Akhirnya di akhir semester 1 saya baru menemukan film apa yang akan saya tayangkan. Yaitu film dongeng animasi yang ceritanya diambil dari buku, berdurasi 13-15 menit. Cucok!

image2Berkat Youtube dan Keepvid saya berhasil menyimpan banyaaakk sekali dongeng animasi yang saya inginkan. Kalau mau tahu film apa, saya mengambil film dari Bedtime Story. Dan saya pun siap! Saya akan namakan Movie Club dan membatasi hanya untuk 20 penonton agar terkesan eksklusif. Tahu sendiri kan, anak-anak bangga kalau bisa menjadi bagian dari sesuatu yang eksklusif.

Saya buat poster untuk menarik perhatian anak-anak dan menempelnya di tembok luar library. Betul saja, baru juga dipasang sudah banyak peminatnya. Mereka ingin membeli tiket! He-he tenang, tiketnya gratis kok, tapi hanya bisa didapat pada hari pemutaran film sebelum snack time. Soalnya kalau dikasih jauh hari, dijamin hilang! Namanya juga bocah 😀 Dalam hitungan menit, tiket langsung ludes! Senang, tapi kasihan juga melihat kekecewaan yang ada di wajah anak-anak yang tidak kebagian tiket.

image5Saya baru mengadakan seminggu satu kali di hari Rabu saja, di 15 menit terakhir jam makan siang anak kelas 1&2. Jadinya kalau ingin menonton film dari awal, segeralah menyelesaikan makan dan mengantri di pintu multimedia.

Tepat 11.15 siang, anak-anak yang sudah memegang tiket mengantri dan dengan tertib masuk ke dalam ruangan multimedia. Pssttt, ancemannya: kalau berisik mereka gak boleh nonton dan besok-besok nggak boleh ikut Movie Club. Jleb, kan? 😉 Maka mereka pun duduk di bantal yang sudah saya susun rapi dan menonton film berdurasi hampir 13 menit itu tanpa suara. WOW! Ini rekor! Anak kelas 1 & 2 mana bisa diam, ya kan? He-he, ancaman yang ampuh!

Selesai mereka menonton film, mereka bertanya minggu depan masih bisa antri tiket lagi atau tidak? Lalu saya berpikir, kalau minggu depan saya setel film lain (which is itu yang sudah saya jadwalkan) dan anak-anak yang sekarang join Movie Club antre lagi dan nonton lagi, kasihan banget yang menghiba-hiba minta ikut nonton dan tidak kebagian tiket.

image3Akhirnya saya diskusi dengan beberapa guru, dan memutuskan untuk memutar 1 film selama dua minggu, dan harinya ditambah jadi Selasa dan Rabu. Jadi seminggu ada 2x penayangan film yang sama. Dalam 4x penayangan selama 2 minggu semoga bisa mengakomodir anak-anak yang ingin menonton. Kalau diadakan 3x seminggu takutnya anak-anak kehilangan minat. Kan gak seru kalau Movie Club sepi.

Melihat antusiasme anak-anak (beberapa terlihat dadah-dadah ke temannya yang nggak bisa masuk dengan wajah sumringah) saya optimis program ini bisa dijalankan selama semester dua ini. Semangat!

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s