(Sedikit) Menikmati Akhir Pekan di Pantai Karangsari,Carita

Assalamu’alaikum.

IMG_8537Sejak Desember kemarin, saya berkeinginan membawa si bungsu untuk pergi jalan-jalan ke pantai. Saya ingin mengenalkan dunia yang berbeda padanya. Setelah 1,5 tahun hidup di rumah, sesekali ke rumah kakek nenek, ke rumah makan atau mall, saya ingin dia menginjak pasir dan bermain di pantai.

Ternyata keinginan tersebut baru terwujud di penghujung Januari kemarin. Kami sekeluarga diajak jalan-jalan ke Carita, dan bisa bayangkan kegembiraan dia saat melihat laut? Matanya membulat, berbinar, hidung kembang-kempis, mulut menganga sambil menunjuk-nujuk ke arah laut dengan ombak yang berdebur. Sungguh ekspresi satu milyar!

IMG_8560

Dan akhirnya kaki kecilnya menginjak pasir! Tapi sayang banget, kemarin itu pantainya rame banget dan kurang nyaman untuk piknik keluarga. Di Anyer – Carita itu kan pantainya dikelola sendiri-sendiri tuh, jadi seperti di kavling dan pengunjung mesti membayar. Padahal kalau dipikir, Allah aja yang punya pantai nggak minta bayaran buat ciptaanNya ya? He-he. Pak suami sih bilangnya, “kan pantai juga butuh perawatan *nyalon kali*, jadi wajar ditarik bayaran.” Ya sudah lah, mari jangan dibahas.

Berikut review pantai Karangsari, Carita.

IMG_8643Plusnya:

  1. Pantainya enak, nggak banyak karang, dan landai. Cucok untuk anak-anak main air sebenarnya, meski pasirnya tidak putih.
  2. Banyak pepohonan sehingga teduh dan sudah digelari tikar banyaaakkk banget. Ada enaknya sih, jadi nggak perlu mikir alas duduk lagi, tinggal sewa aja.
  3. Kamar mandinya bersih-bersih, dan tersedia musholla juga.
  4. Pedagang makanan kios banyak, jadi nggak perlu takut kelaparan, hehehe.
  5. Kalau hp mati, bisa nge-charge di salah satu kios makanan. Bayar goceng! 😀
  6. Tersedia banyak pilihan olah raga air, seperti banana boat, sofa, dan juga rekreasi naik perahu.

IMG_8574Minusnya:

  1. Di sepanjang pantai ditambat perahu, juga sofa semacam banana boat. Jadi mengurangi ruang untuk berenang-renang di pantai.
  2. Para penarik kapal menawarkan jasa ke pengunjung bahkan sejak baru datang dan belum sempat duduk. Dan mereka nungguin sampai kita mau naik perahunya, sambil terus merengek (ya, jadi kedengaran merengek di telinga saya). Annoying banget jadinya.
  3. Dan mereka meletakkan rompi pelampung di atas tikar yang sudah disewa! Menyebabkan banyaknya pasir di tikar dan basah tentunya. *sigh*
  4. Penjual lainnya tak henti-henti menghampiri (dan nginjek2 tikar yang kita duduki), seperti penjual ikan asin, emping, sirsak, otak-otak, hingga pemijit. Terus menerus sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung yang ingin bersantai.
  5. Pengamen beberapa kali menghampiri tikar kami, dan meminta bayaran dengan agak memaksa. Sudah seperti di cafe lesehan aja ya!

Tapi, terlepas dari plus dan minus di atas, foto-foto sih tetap berlanjut. Meski latar belakang yang seharusnya pantai aja, jadi agak rame dengan figura. Di sini kata ‘agak’ maksudnya banyak banget!

IMG_8668

Jika ditanya apa mau ke pantai lagi, tentu saja mau. Tapi kalau bisa sih yang nggak banyak gangguannya seperti pantai kemarin itu. Asli, saya tidak merasa sedang berlibur jadinya, karena sibuk menolak dagangan orang.

Memang sih, ada harga, ada kualitas yang didapat. Dan kalau mau berlibur ke pantai yang enak dan nyaman ya mesti ke resort kali ya? Nanti lah, saya sepertinya harus menabung lebih banyak :p

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s