Drama Korea: Marriage Contract

Marriage-ContractAssalamu’alaikum.

Drama Korea yang satu ini, tadinya nggak mau saya tonton. Kenapa? Karena pemeran utama cowoknya tuwir. Hehehe. Saya termasuk bukan pemilih sebenarnya, tapi tentu kalau hendak menonton drama yang episodenya minimal 16 ini, saya maunya yang pemainnya enak dilihat lah ya? *just sue me* :p

Lalu teman saya merekomendasikan drama ini. Saat itu masih tayang, jadi baru beberapa episode yang tersedia untuk menonton online. Itu juga jadi alasan saya menolak nonton. Saya masih kesengsem sama drama lain yang berisi tentara ganteng 😀 Saat saya bilang kalau pemainnya tuwir, teman saya bilang, “Nanti lama-lama dia akan terlihat manis, kok!” Sebab memang kebanyakan artis/aktor Korea gitu. Saat pertama dilihat nggak banget, tapi lama-lama kelihatan cakep juga, jadi betah deh nontonnya.

Trus mengapa saya menonton drama ini akhirnya? Karena teman saya yang lain merekomendasikan film ini juga. Nah, saat itu sudah episode 12, jadi tinggal 4 lagi kelar. Ya sudah lah! Kalau sudah dua orang merekomendasi, saya akan coba nonton. Meski sekali lagi, Oppa terlihat seperti Ahjussi 😐

Drama ini tentang seorang pria mapan, yang suka mencampakkan perempuan. Biasanya terjadi di hari ke 100 pacaran, Ji Hoon akan memberikan hadiah. Perempuan yang menjadi pacarnya tentu ge-er setengah mati, tapi ternyata itu hadiah perpisahan. Hehe, boleh ditiru tuh sama cowok-cowok Indonesia. Mutusin cewek ngasih kalung. At least ada pelipur lara, dan kalau mau dijual nggak sedih karena memori yang mengiringinya adalah memori sedih.

Marriage.Contract (1)Anyway, Ji Hoon memiliki restauran yang dikelola oleh teman masa sekolahnya dulu. Meski Ji Hoon sibuk di kantor pusat, dia selalu pulang ke restorannya karena dia memang tinggal di lantai atas restoran tersebut. Diceritakan bahwa ibunya Ji Hoon sakit, dan livernya rusak. Jadi harus mencari donor. Karena Ji Hoon darahnya nggak cucok, dia pun meminta pamannya untuk mendonor. Namun apa daya, ternyata si paman punya dendam tersendiri terhadap ibunya, dan menolak untuk mendonorkan livernya.

**Masih belum mempelajari tentang donor liver. Apakah diiris sedikit, atau gimana?**

Singkat cerita, Ji Hoon kelimpungan mencari donatur, dan muncullah ide di kepalanya untuk mencari istri kontrak. Syaratnya: perempuan itu harus cocok menjadi donor liver. Dan muncullah seorang single mother dengan masalahnya yang sangat kompleks, tak sengaja mendengar perintah Ji Hoon ke manajer restauran untuk mencarikan istri kontrak untuknya, dan menawarkan diri.

Tentu saja reaksi Ji Hoon adalah MENOLAK! Karena pertemuan pertama mereka sangat tidak menggoda. Dan Ji Hoon sudah menganggap Hye Soo penipu, dengan memanfaatkan anaknya, Eun Sung, untuk mencari keuntungan dari orang lain. Jadi tentu saja proses mereka tidak mudah. Tapi karena Ji Hoon desperate butuh donor untuk ibunya yang kritis, dan Hye Soo butuh uang untuk bayar hutang mendiang suaminya yang banyak, serta biaya hidup anaknya, mereka pun mengikat diri dalam sebuah kontrak setelah Hye Soo dinyatakan lolos test pendonor.

Tibalah saatnya untuk mempersiapkan diri buat wawancara dengan pihak Rumah Sakit dan Dinas Sosial. Sepertinya pemerintah Korea memang sangat berhati-hati untuk urusan donor-mendonor. Mereka tidak mau sampai ada jual beli donor, makanya pendonor harus melewati beberapa proses wawancara. Kalau sampai dimasukin ke dalam drama, berarti benar kali ya kebijakannya seperti itu?

mc

Namun meski sudah lolos proses wawancara dan lainnya, Ji Hoon harus bisa mengambil hati Eun Sung, anak semata wayangnya Hye Soo, berusia 7 tahun, dan termasuk pintar untuk anak seusianya. Eun Sung anak yang cukup berempati pada kesulitan ibunya, dan cukup bisa menyimpan apa yang dia ketahui sendiri. Seperti bagaimana ibunya lari dari debt kolektor, dan bagaimana ibunya mulai dekat dengan Ji Hoon ahjussi.

Sialnya, Eun Sung nggak suka sama Ji Hoon, karena Ji Hoon pernah menabrak ibunya hingga pingsan, dan sering marah-marah sama ibunya. Hye Soo berusaha meyakinkan Eun Sung bahwa Ji Hoon adalah orang baik, tapi namanya anak-anak, nggak gampang ya suka sama orang, terutama kalau kesan pertamanya buruk. Di sini mengharukan banget, saat Ji Hoon berusaha mendekati Eun Sung, tapi selalu ditolak.

Hingga akhirnya Ji Hoon menyerah dan memutuskan untuk menghadap dinas sosial tanpa anak itu. Tapi tak dinyana, Eun Sung malah merestui ibunya dengan ahjussi, saat mereka pulang dari menengok abu ayahnya. Menurutnya ayahnya nakal karena tidak tahu apapun tentangnya, karena meninggal sebelum dia lahir. Eun Sang pun bilang sama ibunya untuk menikah saja sama Ji Hoon ahjussi. Maka kompitlah semua proses wawancara yang melelahkan. Tinggal menunggu tanggal operasi donor.

Tapi nggak semudah itu dong! Halangan muncul dari ayah Ji Hoon yang tak ingin anaknya melakukan kejahatan jual beli donor. Seperti biasa, status Ji Hoon sebagai pewaris harus dipertimbangkan. Maka jadwal operasi ditunda, padahal Ji Hoon mau menceraikan Hye Soo setelah operasi. Tapi karena operasi ditunda, mau nggak mau mereka harus terus berstatus suami-istri dong? Seiringnya waktu, Eun Sung mulai terikat dengan Ji Hoon, dan Ji Hoon mulai berat melepas anak beranak itu. Dan seperti yang sudah diduga, mereka jatuh cinta dong…!

Hye Soo yang ternyata memiliki penyakit parah, menyimpan sendiri kesakitannya. Tapi untunglah dia memiliki sahabat yang selalu mendukungnya. Sahabatnya ini kepribadiannya ceria, dan helpful banget menolong Hye Soo jika sedang kesulitan. Sangat bisa diandalkan. Dan ibu mertua yang membencinya dengan alasan yang tidak jelas, akhirnya luluh juga setelah melihat sang cucu yang menggemaskan.

mc1Akting para pemain (utama dan pembantu) drama Marriage Contract buat saya bagus. Tapi agak kurang suka pas scene nangisnya Hye Soo, kayaknya kurang maksimal aja. Memang sih, dia selalu diam-diam nangis, tapi seperti ada yang kurang aja di akting nangisnya. Saya specially suka aktingnya Eun Sung. Anak itu adorable banget! Dan natural main menjadi anak kecil semata wayang, yang posesif terhadap ibunya, tapi masih gampang dimenangkan hatinya dengan hal-hal kecil. Belum lagi Pak Chef yang keren abis! Saya suka banget sama karakter Pak Chef 😀

Jalan ceritanya juga mengalir dengan pas. Saya sampai nggak bisa nebak, kapan Ji Hoon mulai menyukai Hye Soo, dan kapan Hye Soo mulai menyukai Ji Hoon. Tadinya saya deg-degan sama endingnya, karena menjelang episode penghabisan, adegannya banyak bersimbah air mata. Saya nggak anti sama sad ending, asalkan ceritanya memang pas ditutup dengan sad ending, saya bisa nerima kok. Tapi untuk drama yang satu ini, kok saya nggak rela ya? Karena Eun Sung kayaknya. Saya yang tahu bagaimana rasanya menjadi single mom, jadi merasa sedih kalau Eun Sung harus ditinggal sekecil itu oleh ibunya. Hiks…! *I know it’s just a drama, but still…* Anyway, saya tidak akan membahas ending lagi. Mending cus nonton aja ya.

Satu lagi, saya tidak mendapatkan satu lagu pun yang kena di hati. Biasanya soundtrack drama Korea ada yang melekat di hati. Tapi mungkin karena jalan ceritanya begitu, soundtracknya lagu sedih semua kali ya? Jadi nggak ada satu pun yang saya ingat. DAN, tidak seperti ucapan teman saya, pemain utama cowoknya NGGAK juga terlihat manis tuh sampai dramanya habis. :p Tapi overall, drama ini bagus, dan saya nggak nyesel nontonnya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s