Drama Jepang: A Clinic On The Sea

A-Clinic-on-the-Sea_1560x872Assalamu’alaikum.

Kalau kemarin-kemarin banyakan nonton drama Korea, kali ini saya mau coba drama Jepang. Dulu inget banget nonton drama Jepang terakhir itu waktu kecil, judulnya Oshin. Dan itu episodenya panjaaannnggg banget, dari Oshin kecil sampai Oshin tuwir. Entah berapa episode, tapi seru aja sih dulu mah nontonnya. Anyway, setelah mendapat rekomendasi dari seorang teman, saya pun nonton A Clinic on the Sea. Pemeran utamanya adalah Shota Matsuda yang menjadi Dr. Kota Sezaki. Saya belum tahu sih siapa Shota Matsuda ini, tapi pas nonton drama Jepang ini, mukanya ganteng tapi kocak ya?

Anyway, cerita dimulai saat seorang pria membantu nenek-nenek dalam perjalanan bis. Dia berkata bahwa membantu orang tua adalah kewajibannya. Tapi saat nenek itu menawarkan makanan, pria ini sudah pindah ke bangku tiga cewek manis. Dan katanya, membantu perempuan cantik adalah kewajibannya. Hmmm.. saya pikir dia mungkin seorang playboy. Tapi ternyata dia adalah dokter y ang akan bertugas di klinik kapal.

SC2Kapal ini akan mengarungi lautan dan melipir ke beberapa pulau sekitarnya. Di pulau tersebut, mereka akan mengobati penduduk dan mengadakan kunjungan ke rumah-rumah. Para dokter dan suster di kapal itu demikian akrab dengan penduduk pulau yang mereka kunjungi. Mungkin karena pulau-pulau tersebut kecil dan penduduknya juga ramah, maka mereka selalu disambut dengan hangat di sana.

Dr. Kota ini punya kepribadian yang unik. Dan itu terlihat sejak episode pertama. Di mana dia bertemu dengan seorang gadis cantik yang kebetulan memiliki masalah, dia pun langsung menawarkan diri untuk membantu. Tanpa ragu, di hari pertamanya di kapal, dia berpamitan akan menetap di pulau. Tentu saja ini membuat kru kaget, terutama Akira yang bertugas mencari dokter. Bagaimana tidak, udah susah cari dokter yang mau tugas di kapal, baru sehari udah mau cabut? Pusing, kan? Di akhir episode pertama, Dr. Kota tidak jadi meninggalkan kapal, dan semua kru merasa lega. Namun hatinya patah karena perempuan cantik yang disukanya ternyata punya kekasih. Hiks.. Dr. Kota pun minta ijin untuk tetap tinggal di kapal. Semua berusaha menyemangati Dr. Kota yang patah hati.

Tapi jangan salah, di episode kedua, peristiwa pamitan karena perempuan cantik terjadi lagi. Kali ini karena ada guru cantik yang menderita asma yang ingin terus mengajar, tapi di pulau tidak ada dokter. Dr. Kota tentu saja langsung pamit dan bilang kalau dia akan menetap di pulau untuk membantu guru cantik yang sakit asma tersebut, sekaligus mengabdi pada penduduk pulau. Namun lagi-lagi, di akhir episode kedua, Dr. Kota tidak jadi pergi karena ternyata bu guru suka sama supir yang selalu membantunya saat sulit. Patah hati lagi deh! Tapi kali ini, tidak ada yang menghibur dia.

clinic07-kshoe

Sepertinya Dr. Kota memang tidak beruntung dalam urusan cinta. Buktinya, dia selalu ditolak perempuan. Di kapal itu ada seorang suster cantik bernama Mako. Mako ini cantik tapi galak (psstt…! mantan preman). Kalau Dr. Kota macam-macam, sandal berwarna biru akan muncul tiba-tiba dan memukul kepala Dr. Kato sambil berkata, “Act properly!” dan Dr. Kota akan menjawab, “I’m sorry.” Pertemuan pertama mereka di kapal juga cukup kocak. Ha-ha! Gak mo cerita ah, ntar spoiler. Di akhir setiap episode, Dr. Kota akan memberikan semacam souvenir ke Mako. Entah itu hadiah yang tidak jadi dia berikan ke perempuan yang menolaknya, atau lelucon garing untuk mengganggu Mako.

Tapi terlepas dari perilakunya yang rada minus di hadapan cewek, Dr. Kota ini adalah seorang dokter yang sangat piawai. Saat dia menangani pasien, sikapnya berubah 180 derajat jadi serius dan sabar. Intonasi suaranya pun berubah, sangat menenangkan dan tampak sangat dokter 😀 Saya suka kalau ada kasus berat yang harus ditangani segera. Bahkan Mako yang awalnya sangat meremehkan Dr. Kota, berubah kagum dan respek sama dokter ini. Kecuali saat dia bersikap konyol, tentu saja. Sandal biru akan langsung melayang.

clinicseaMenonton drama ini seperti sedang membaca komik. Ekspresi & gerak tubuhnya dapet banget! Kejutan lucu selalu ada di setiap episode. Dan drama ini bukan drama romantis seperti Korea punya. Kalau nonton dari episode awal, nggak ada adegan romantis dan sejenisnya. Tapi terasa kalau ada sesuatu di antara Dr. Kota dan Mako yang mereka sendiri pun sepertinya tidak sadari. Love-hate relationship gitu deh.

Drama A Clinic on the Sea hanya 11 episode. Dan masing-masing episode berdurasi sekitar 40 menitan saja. Singkat, padat, kocak. Itu saja sudah cukup membuat saya jatuh cinta pada drama Jepang. Ke depannya saya akan menonton lagi ah. Mungkin cari yang pemerannya Shota Matsuda lagi dulu deh. Soalnya belum kenal kan sama artis/aktor Jepang 😉

Clinic-on-the-Sea-Umi-no-Ue-no-Shinryoujo__9

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s