Makin Matang Di Usia Cantik

whatsapp-image-2016-11-22-at-2-05-15-pm

#UsiaCantik

Mereka bilang, life begins at 40.

Saya teringat saat boss perempuan saya yang berkebangsaan Australia berulang tahun, anaknya menghadiahi beliau mug dengan tulisan demikian. Dengan bahagia dan bangga, boss saya mengisinya dengan air putih dan minum dari mug barunya.

Saat itu usia saya masih di kepala 2 dan saya sempat berpikir, “what?” 40 tahun itu kan tu-wir. Masa sih hidup baru dimulai saat itu? Lihat saja kerut-kerut di wajah boss saya yang mulai terlihat itu. Saya tidak bisa membayangkan kalau saya berada di usia 40. Seperti apakah saya?

Lalu masuklah saya di usia 40.

Perasaan saya?

Parah!

Saat itu saya memiliki baby yang usianya baru memasuki 1 tahun. Bisa bayangkan punya bayi di umur segitu? Otot kaku, kaki lemas, pandangan sudah mulai merabun, kegesitan sudah berkurang, refleks apalagi. Pokoknya, anak ketiga saya ini seperti Mowgli si anak hutan. Dilepas begitu saja buat eksplorasi sih katanya, kan katanya kotor itu baik. Padahal maaah aslinya, ngikutin anak umur setahun bikin babak belur.

pic credit: youtube.com

pic credit: youtube.com

Saya teringat boss saya duduk dengan elegan menyisip air dari mug yang bertuliskan “Life begins at 40” nya itu dan gagal membayangkan diri saya berada di momen yang sama. Karena saat saya ulang tahun ke 40, saya lagi sibuk mengganti popok anak bungsu saya.

Syukurlah saya masih memiliki ibu, yang meski pun tidak full time menjaga cucu seperti yang ada di televisi-televisi, ibu  justru menjaga saya. Ibu selalu mengingatkan saya untuk selalu minum air putih, makan sayur dan buah, menjaga kesehatan diri dan keluarga. Dan satu hal lagi, ibu saya sangat mengerti apa itu Me Time. Yup! Jadi ada saatnya ketika ibu melihat semangat saya sudah mulai kendor, cepat emosi, dan kesabaran mulai menipis, beliau langsung menyuruh saya ke salon, atau ke mal, atau ke cafe, ke mana saja, asal tidak di rumah. Karena suasana hati yang buruk bisa berdampak negatif buat anggota keluarga.

Me, Mom, and Sister

Me, Mom, and Sister

Luar biasa kan ibu saya? Padahal bukan wanita karir loh. Tapi sangat mengerti kerempongan perempuan bekerja seperti anaknya ini. Dan ibu pula yang mengkritik saya pertama kali saat melihat wajah kusam saya.

Itu wajah dirawat lah!

Udah laku ini,” jawabku enteng.

Eh! Tetap lah harus dirawat. Suami kan perlu lihat yang bening-bening juga di rumah.

Eh iya juga ya? Lalu saya pun cari-cari produk yang cocok untuk wanita seusia saya. Banyak sekali beredar produk kecantikan yang menjanjikan kulit kencang, menghilangkan kerutan, menumbuhkan sel baru, wah pokoknya saya sempat pusing tujuh keliling. Tapi memang karena dasarnya saya adalah pustakawan, saya tidak menyerah dong! Saya browsing dan membaca review pengguna kosmetik, karena ini penting buat saya. Dan akhirnya setelah beberapa kali maju mundur cantik, saya memilih produk yang banyak mendapat review positif, yakni L’Oreal Paris Revitalift Dermalift. Kenapa saya memilih produk ini?

pic. credit: palingbaru.com

pic. credit: palingbaru.com

L’Oreal Revitalift Dermalift ini mengandung Pro Retinol A. Wah, apa pula itu Pro Retinol A? Saya tidak mau mudah termakan bahasa canggih. Saya pun cari tahu lagi, dan ternyata Pro Retinol A ini adalah jenis dari vitamin A. Dan fungsi vitamin A untuk kulit adalah menumbuhkan sel baru di dalam kulit, sehingga dapat mencerahkan,  menghaluskan, dan mencegah penuaan dini.

Krim yang mengandung vitamin A ini ada di dalam L’Oreal Revitalift Night Cream, Day Cream, juga di serum Revitalift Intensive Repairing Essence. Jadi bisa bayangkan kalau pakai rangkaian lengkapnya? Produk ini seperti Self Healing bagi wajah yang sering terkena debu, sinar matahari, asap knalpot, dan polusi lainnya yang merusak. Setelah menggunakan rangkaian L’Oreal Revitalift Dermalift, wajah dijamin kencang, kenyal, awet muda, hilang deh tuh kerut-kerut di wajah. Makin percaya diri, kan?

Dan itulah yang saya rasakan sekarang. YES! Di usia saya yang sudah 41 tahun ini, saya makin percaya diri dan, percaya atau tidak, saya merasa inilah usia cantik saya. Karena saya yakin, makin kita merasa nyaman dengan tubuh kita, kita pun akan merasa nyaman dengan keadaan di sekitar kita. Kematangan usia juga ditandai dengan makin matangnya saya dalam mendidik anak. Jika dulu di usia kepala 2 saya suka tidak sabaran menghadapi anak-anak, saat mendapat anak bungsu di usia kepala 4, saya merasa lebih sabar, lebih ngemong.

s1

Makin Matang di Usia Cantik

Satu lagi, kalau dulu ditanya umur, saya pasti jawab, “Ih pertanyaannya SARA deh!” karena malu. Padahal baru kepala 3. Tapi sekarang, kalau ada yang nanya umur, saya dengan bangga bilang, “Pasti tua-an saya deh.” Dan senyum-senyum lihat ekspresi tidak percaya mereka saat saya sebutkan. Mau tampil percaya diri di usia cantik seperti saya juga? Sudah tahu kan rahasianya? *kedip-kedip*

**

Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s