Drama Korea: Voice (Korean Drama)

Assalamu’alaikum

Kembali lagi ke hobi saya yang lain, yakni drama Korea 🙂 Kali ini drama bergenre thriller pembunuhan yang menjadi perhatian saya. Secara habis nonton drama keluarga yang episodenya 50 itu tuuhh (baca: My Daughter Seo Young, link review bisa lihat di SINI) saya sedikit eneg sama yang keju-keju. Jadi marilah nonton yang menegangkan. Tapi yang nggak saya sangka adalah, ternyata drama ini SANGAT menegangkan! Tak jarang saya sampai harus menahan napas saat menonton. 
Adalah seorang detektif bagian kejahatan serius, yang kerjanya nangkep penjahat kelas kakap (ikan yang kepalanya enak banget digulai) dan harus kehilangan istrinya di hari perayaan pernikahan mereka, karena dibunuh seorang maniak. Saat sang istri tersebut dikejar-kejar si pembunuh, dia menelepon call center polisi di 112. Yang mengangkat adalah petugas perempuan yang bernama Gwon Joo. Tak mampu berbuat banyak karena ada kesalahan juga dalam prosedur penerimaan telepon dari korban, maka Gwon Joo mendengar saat pembunuh itu beraksi. Tak disangkat-sangka, ayah Gwon Joo ternyata sedang berada di sekitar situ dan berniat menangkap si penjahat. Namun nasib sial membuatnya terbunuh di tangan sang pembunuh.

Saat pengadilan, Gwon Joo menyatakan bahwa penjahat yang tertangkap bukanlah pembunuh istri detektif Moo dan pembunuh ayahnya. Karena Gwon Joo mampu mendengar dan mengenali suara pembunuh tersebut. Kesaksiannya membuat penjahat tersebut dibebaskan dan detektif Moo memendam kebencian pada Gwon Joo. 

Tiga tahun kemudian, Gwon Joo yang sempat menghilang ke Amerika (kenapa semua orang Korea kalo pergi ke Amerika terus ya? Trus kalo penjahat ke Jepang deh!) kembali ke kesatuan kepolisian itu lagi, dan menjadi kepala unit call center 112. Dia juga mengajukan agar detektif Moo yang diturunkan jabatannya setelah hidupnya kacau balau sepeninggal istrinya menjadi petugas jalan raya, ditarik menjadi bagian dari Golden Time Team, tim yang dibentuknya untuk menangani kasus yang dilaporkan ke 112 dalam waktu-waktu kritis.

Banyak ragam kasus yang mereka tangani, namun yang diincar mereka hanyalah satu: menangkap siapa pembunuh istri detektif Moo dan ayah Gwon Joo. Awalnya tentu saja detektif Moo menolak kerja sama dengan orang yang dianggapnya telah membuat pembunuh istrinya lepas. Namun setelah diyakinkan oleh Gwon Joo bahwa orang tersebut bukanlah pembunuh yang dicari, plus jiwa polisinya yang selalu ingin melindungi masyarakat, detektif Moo pun mau bekerja sama dalam Golden Time Team.

Gwon Joo memiliki kemampuan mendengar lebih tajam dari orang lain, dan kemampuannya itu banyak membantu dalam kasus-kasus kepolisian.  Tapi kadang si mbak bikin gemes juga. Katanya jago? Tapi kok suka nggak bisa menganalisa suara yang dia dengar? Katanya belajar voice profile apalah-apalah di Amrik sono? Manaaa buktinya, manaaa? Suka lamaaaa mikirnya, bikin saya pingin telepon si detektif trus ngasih tau lokasi penjahatnya **eh, kok baper ya saya?**

Saya sempat ngeri melihat kesadisan si pembunuh saat mengayunkan benda yang digunakannya untuk mengeksekusi korban. Wajahnya juga bengis banget. Kelihatan jelas kalau dia psikopat. Aktor ini keren juga! Tapi saya nggak tahu namanya. Silahkan ya browsing sendiri :p sengaja nggak saya tampilkan fotonya biar gak spoiler, tapi kalo dapet spoiler dari google ya udah! Saya juga mo cari-cari drama dia yang lain, siapa tahu bisa ditempe *krik-krik*

Banyak adegan dalam drama ini (pembunuhan, pertemuan dengan pembunuh, pembunuhan lagi, dan pembunuhan lagi) yang membuat saya menahan napas.Betapa tidak, sadis men! Namun seperti biasa, ada juga sih adegan yang bikin sebel dan gak masuk akal saya saat itu yaaa… Misalnya: sudah berhadapan dengan penjahat, trus udah nodongin senjata pula. KENAPA NGGAK DITEMBAK AJA? Kakinya kek! Tangannya kek! Ini malah diajak ngobrol dulu. Ya kabur lah penjahatnya! Setelah melumpuhkan sang polisi, tentu saja. 

Iya sih, saya tahu ini fiksi, dan kalau nggak ada dialog, mau ngapain coba aktor-aktris itu? Tapi mbok ya ngobrolnya di saat-saat yang tepat gitu loh. Kalau udah nodongin senjata ke penjahat, apalgi udah yakin bener bahwa itu penjahatnya, ya udah langsung aja tembak kakinya! Kan nggak bakal bisa kabur jadinya, baru deh ngobrol. Tapi ini nggaaak…! Polisi HARUS ngancem-ngancem dulu, penjahat HARUS bales ngoceh-ngoceh, trus akhirnya polisinya lengah, penjahat kabur. Oh Plis! Dan ini ada be-be-ra-pa kali! Euuugghhh…!!! Tapi ini memang komplenan standard film/drama tentang polisi ya, jadi gak usah dibawa ke perasaan. Nonton mah nonton aja.

Endingnya, ya ampuuunnnn seru! Gak ketebak dan highlight of the day banget ngelihat bagaimana si psikopat mati.  Kok saya jadi sadis juga? *hmmm…* So, buat yang suka drama bergenre ini, cuzzz nonton. Udah complete kok! Oh iya, ada petugas 112 yang cute loh, dia banyak juga perannya di sini. Eh, tunggu! Jangan bilang dia anggota boyband yang feymeus dan saya doang yang nggak kenal?  *tutup muka*

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s